Senin, 09 April 2012

Paedagogi, TIK dan Fenomena Kontemporer

Teknologi komunikasi atau disebut sebagai teknologi kultural (McGaghey, http://worldhistorysite.com) telah berkembang dan mempengaruhi perkembangan peradaban manusia, dimulai dengan teknologi komunikasi tertua berupa tulisan ideografik pada milenium ke-4 S.M. sampai yang mutakhir berupa komputer dengan jejaringnya (tekonologi informasi) pada masa menjelang abad ke-21. Rentang waktu yang panjang tersebut menyaksikan lima gelombang perkembangan teknologi komunikasi dengan pola umum sebagai berikut:
a.       Ketika dikenalkan pertama kali ke masyarakat, teknologi baru dengan kapabilitas komunikasi yang jauh lebih tinggi dan sangat berbeda akan mengubah budaya secara besar-besaran dan benar-benar menandai permulaan peradaban baru. Kualitas yang melekat pada teknologi baru tersebut membantu pembentukan budaya baru.
b.      Peradaban baru menghasilkan institusi kekuasaan baru karena kekuasaan yang sebelumnya ditangani secara informal menjadi tertata, terpisah sebagai pusat kekuasaan, dan menampakkan dominasi politik dan budaya.
c.       Setiap peradaban mengembangkan kepercayaan dan nilai utamanya sendiri, model kepribadiannya sendiri yang atraktif, and ”agamanya” (dalam arti luas) sendiri.
d.      Peradaban mengikuti siklus kehidupan di mana masa ”mudanya” ditandai dengan pertumbuhan pesat dan kegiatan budaya, masa ”dewasanya” ditandai dengan pembentukan kekuasaan, dan masa ”kejatuhannya” ditandai dengan koersi kelembagaan dan kekerasan yang melibatkan kekuasaan tsb.
e.       Tema atau nilai yang berlaku pada awal masa kesejarahan sering mendorong lahirnya tema atau nilai yang berlawanan seraya masa tersebut berakhir.
f.       Kedatangan peradaban baru juga mempengaruhi institusi-institusi yang dominan  pada dua masa sebelumnya. Institusi demikian mengalami proses demokratisasi.
Dari masa ke masa, perkembangan teknologi komunikasi makin cepat dan makin produktif, internet dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya.


Mengingat bahwa pendidikan tidak terjadi di ruang kosong, melainkan dalam alam kehidupan nyata dengan segala aspeknya yang saling terkait, yang telah berkembang melalui lorong waktu, pembicaraan akan dimulai dengan menelusuri jejak sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan pengaruhnya pada peradaban manusia. Dari sejarah tersebut kita akan dapat mengambil manfaat dalam hal-hal yang positif, dan menghindari kesalahan yang sama agar kita tidak dikendalikan oleh teknologi tetapi justru mengendalikan pemanfaatan teknologi untuk hal-hal yang mulia dan mendidik. 

Berhubungan dengan paedagogi sebgai seni dalam mengajar anak-anak tentunya TIK ini sangat membantu.

Menurut Nana Sudjana selanjutnya menyatakan bahwa berdasarkan perjalanan sejarah, dunia pendidikan telah mengalami empat tahap perubahan ditinjau dari cara penyajian materi pelajarannya. Perkembangan pendidikan yang pertama adalah tatkala dalam masyarakat tumbuh suatu profesi baru yang disebut “guru” yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan pendidikan mewakili orang tua. Dengan demikian maka terjadi pergeseran peranan pendidikan yang biasanya diselenggarakan di rumah berubah menuju ke pendidikan sekolah secara formal.
Perkembangan yang kedua dimulai dengan dipergunakannya bahasa tulisan di samping bahasa lisan dalam penyajian materi ajaran. Perkembangan yang ketiga terjadi dengan ditemukannya teknik pencetakan yang memungkinkan diperbanyaknya bahan-bahan bacaan dalam bentuk buku-buku teks sebagai materi pelajaran tercetak. Perkembangan pendidikan yang keempat terjadi dengan mulai masuknya teknologi berikut produknya yang menghasilkan alat-alat mekanis, optis, maupun elektronis. (Suparman, 2001:41).

Berdasarkan perkembangan sejarahnya teknologi pendidikan kaya akan batasan-batasan dan model-model pengembangan sistem pengajaran, walaupun batasan dan model serta teori-teori tersebut akan selalu terus berkembang sesuai dengan kondisi saat ini. Namun walaupun demikian masih tetap penting dan relevan untuk dijadikan sebagai bahan acuan dan referensi yang dapat diperlihatkan sebagai hasil perkembangan pemikiran dan pengertian yang dipergunakan dalam konsep teknologi pendidikan. Selain itu, batasan-batasan tersebut mengandung pengertian-pengertian yang bisa digabungkan sebagai bahan rujukan dalam merumuskan batasan teknologi pendidikan yang lebih disempurnakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar