Senin, 12 Desember 2011

EVALUASI PERFORMA KELOMPOK

  ANGGOTA :
            ELIENZ VIDELLA TARIGAN       (10-028)
            KARIN NATALIA AMBARITA     (10-037)
            YOSEVA OKTA NAIBAHO            (10-052)
            CHRISTIN SIAHAAN                    (10-107)

JUDUL PERFORMA : MISTERI MUNCULNYA GIRL BAND “CEREWET BELL”

Menurut kelompok kami yang menjadi kendala dalam penyajian performa kami adalah berasal dari diri kami sendiri. Pada saat menyusun konsep nya saja lah kami berkobar-kobar, mengeluarkan pendapat dan ide - ide yang fantastis. Memikirkan properti-properti yang akan digunakan , merencanakan akan  mendownload musik-musik instrumental, lagu - lagu yang berhubungan dengan tema yang kami buat.  Hal ini pun kami lakukan karena sudah dateline nya untuk memposting konsep nya. Jadi kami pun terburu-buru mengerjakannya. Nah kemudian, setelah tugas mengepost selesai, kami melupakan untuk berlatih dalam mempraktekkan konsep yang kami buat. Kami pun menunda-nunda untuk latihan. Kemudian , kami pun hanya berlatih sekitar 2 jam saja untuk menampilkan performa kami. Lumayan bermasalah sedikit karena properti-propertinya lupa kami persiapkan seperti tempat telur, telur buatan, pompom, musiknya, dan spanduk namanya. Bukan hanya itu saja, karena waktu latihannya sangat minim, kami pun kurang menguasai dialog, kurang menghapal gerak tariannya, kurang menguasai drama, dan kurang adanya kekompakan tiap anggota dalam memerankakn karakter yang ada di drama ini. Padahal , kami dulunya memikirnya hasil kami ini akan fantastis, tapi nyatanya malah kurang memuaskan. Kembali ke diri kami masing- masing sih bahwa ini adalah suatu pelajaran yang kami ambil bahwa jangan menganggap mudah, dan jangan menunda- nunda suatu pekerjaan.

Selain dari diri sendiri, juga kendalanya berasal dari sosiologis, dimana karena tiap kelompok yang kami tanyakan apakah sudah latihan atau belum, kebanyakan kelompok mengatakan belum, dan kami pun merasa bahwa sepertinya banyak juga yang masih belum bersiap-siap. Jadi, kami pun santai saja. Kedua kendala ini lah yang kami anggap mempengaruhi kami dalam menampilkan performa kami.
Thanks

Jumat, 09 Desember 2011

Pertemuan 09 Desember 2011 (BAB 10)

KENDALA DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS

Kuliah hari ini , membahas tentang apa saja kendala dalam menggunakan potensi kreatif kami. Berdasarkan hasil performa kelompok yang sudah ditampilkan pada saat kuiah, kami di tuntun untuk mendiskusikan dengan kelompok apa sebenarnya kendala yang kami alami makanya hasil performa kami tidak berjalan dengan cukup baik. Sebelum beranjak ke pembahasan kelompok, terlebih dahulu kami harus mengevaluasi diri kami terlebih dahulu. Nah, hasil kelompok akan saya ulas di postingan saya selanjutnya.


Shallcross (1985) menggolongkan kendala atau rintangan dalam menggunakan potensi kreatif ke dalam kendala historis, biologis, fisiologis,  sosiologis dan diri sendiri. Nah, berdasarkan itu, saya merasa bahwa yang menghambat saya untuk menunjukkan potensi kreatif saya adalah berasal dari diri saya sendiri. Hal ini dikarenakan kebiasaan saya yang malas, prokasinasi, dan kurang berusaha untuk menonjolkan potensi saya. Saya sadar akan hal ini, dan tahu bahwa itu adalah hal yang buruk dan harus diubah. Akan tetapi, mungkin dikarenakan tidak adanya motivasi yang membuat saya merasa exciting yang menyebabkan saya tetap saja seperti ini.

Adapun contoh dari kemalasan saya adalah saat latihan untuk performa kelompok, saya malas untuk latihan dan ada dalam benak saya yang mengatakan " pasti bukan kelompok ku yang maju lebih dulu, santai aja ahh ". Jadi, karena hal - hal seperti itu saya pun jadi terhambat untuk memberikan ide-ide baru untuk memodifikasi konsep yang sudah ada sebelumnya.

Selain itu , saya juga kurang berani untuk mengambi; resiko, dan juga merupakan tipe orang yang malas untuk tampil.

SEKIAN :)

Selasa, 29 November 2011

JuRnaL berdasarkan KURIKULUM BERDIFERENSIASI UNTUK SISWA BERBAKAT ( REVISI )

Sebelum membahas mengenai jurnal yang saya bahas, ada baiknya kita mengetahui lebih dulu mengenai pengantar dalam Bab 7 : KURIKULUM BERDIFERENSIASI UNTUK SISWA BERBAKAT .
Kurikulum adalah serangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta tata cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (Departemen pendidikan dan kebudayaan)
Penyesuaian kurikulum mencakup pemilihan metode, cara, pembelajaran, dan pengaturan jatah/alokasi waktu kegiatan belajar mengajar (KBM). 
Untuk melayani kebutuhan pendidikan anak berbakat  perlu diusahakan pendidikan yang berdiferensiasi,yaitu yang memberi pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan intelektual siswa.
Marker mengatakan bahwa kurikulum anak berbakat memerlukan modifikasi dalam empat bidang yaitu: konten, proses/metode pengajaran, produk belajar dan lingkungan belajar. Berikut akan membandingkan antara jurnal nasional dengan internasional.

1. Jurnal Nasional      

Pengarang    : Siti Maghviroh
Tahun Jurnal : 2009
Subjek         : LB1501 Primary Education

Dalam jurnal ini  membahas tentang pembelajaran akselerasi. Pembelajaran akselerasi salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak berbakat intelektual. Pembelajaran akselerasi memberikan keuntungan bagi anak berbakat intelektual, namun juga beberapa kelemahan yang perlu diantisipasi dan dipikirkan dengan baik sebelum program ini dilaksanakan. Pembelajaran akselerasi seharusnya didasarkan paradigma bahwa siswa harus berkembang secara alami dan tidak cukup hanya aspek kognitifnya saja tetapi juga aspek emosional dan aspek sosial. Dengan demikian perlu adanya pengkajian yang lebih mendalam mengenai pembelajaran akselerasi agar dapat berjalan dengan baik dan terjadi keseimbangan kemajuan dalam diri siswa baik itu dari aspek perkembangan kognitif, emosional, dan sosial. Diperlukan bimbingan bagi siswa akselerasi oleh guru bimbingan konseling atau psikolog untuk memberikan arahan mengenai perkembangan anak serta sesering mungkin mengadakan kegiatan yang dapat menyatukan antara siswa kelas akselerasi dengan siswa kelas reguler agar proses sosialisasi siswa akselerasi tetap dapat berlangsung dengan baik.

2. Jurnal Internasional       
Pengarang : Zainudin Mohd. Isa (PhD.)

Dalam jurnal ini membahas tentang sejauhmana kesesuaian kurikulum vokasional  terhadap keperluan pelajar MP; mengenal pasti bidang-bidang kemahiran yang diperlukan oleh pelajar MP; mengenalpasti corak dan pasaran kerjaya yang diperlukan di masa depan. Didapati pula ada dalam kajian ini t3erdapat :
(1) pelajar MP kurang memiliki kemahiran bekerja mungkin kerana kurikulum sedia ada didapati bersifat terlalu umum dan lebih menekankan aspek akademik yang tidak sesuai dengan keperluan pelajar MP; 
(2) Terdapat beberapa bidang kemahiran kerjaya yang dikenalpasti sesuai diajar kepada pelajar MP; 
(3) pelajar MP di masa hadapan memerlukan kemahiran vokasional yang berteknologi tinggi sesuai dengan kehendak semasa;
(4) penawaran kerja di masa hadapan untuk pelajar MP adalah berasaskan kemahiran berbanding kelayakan akademik.
 
 Kepentingan pendidikan vokasional kepada pelajar MP tidak dinafikan dalam membantu mereka yang mengatasi masalah-masalah di tempat kerja selepas
tamat persekolahan. Malah didapati tempoh bekerja seseorang individu MP dalam sesuatu pekerjaan adalah lebih lama berbanding dengan individu yang tidak mempunyai latihan vokasional. Ini karena latihan vokasional yang diterima di sekolah dapat menyediakan pelajar MP dengan kemahiran berguna dalam menyelesaikan masalah sewaktu bekerja. Adapun  kurikulum vokasional pelajar MP perlu menekankan dalam aspek pemilihan bidang kemahiran yang bersesuaian dengan keperluan individu. Selain itu juga, kurikulum pendidikan vokasional pelajar MP seharusnya tidak bersifat akademik dan tidak terlalu mencabar keupayaan intelek pelajar serta memberi penekanan dari aspek pembinaan sikap positif pelajar terhadap kurikulum dalam usaha menyerap isi kandungan yang ada seterusnya dapat menguasai kemahiran tersebut (Siti 1999). Ini kerana sikap kurang minat pelajar terhadap sesuatu pekerjaan selama ini timbul lantaran daripada kegagalan mereka untuk mengadaptasikan kebolehan dan kemahiran yang diperolehi di sekolah (White 1992). Selain itu, kurikulum vokasional pelajar MP juga seharusnya menekankan ke arah mendedahkan pelajar dengan kemahiran untuk bersosialisasi; kaunseling kerjaya; meningkatkan keyakinan diri/kendiri; hidup berdikari; latihan vokasional; menyesuaikan diri dengan pekerjaan, kemahiran membaca dan mengeja; kemahiran mengorganisasi dan mentadbir kewangan; penerapan bidang keusahawanan serta kemahiran mengawal diri yang merupakan kunci kejayaan dalam sesuatu bidang.
Bagaimanapun kajian-kajian yang dijalankan mendapati kurikulum semasa pendidikan pelajar MP peringkat menengah di Malaysia mempunyai banyak kelemahan kerana tidak menjurus ke arah menyediakan pelajar dengan kemahiran vokasional.



 

Kamis, 24 November 2011

JuRnaL berdasarkan KURIKULUM BERDIFERENSIASI UNTUK SISWA BERBAKAT

Kurikulum adalah serangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta tata cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (Departemen pendidikan dan kebudayaan)
Penyesuaian kurikulum mencakup pemilihan metode, cara, pembelajaran, dan pengaturan jatah/alokasi waktu kegiatan belajar mengajar (KBM). 
Untuk melayani kebutuhan pendidikan anak berbakat  perlu diusahakan pendidikan yang berdiferensiasi,yaitu yang memberi pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan intelektual siswa.
Marker mengatakan bahwa kurikulum anak berbakat memerlukan modifikasi dalam empat bidang yaitu: konten, proses/metode pengajaran, produk belajar dan lingkungan belajar. Berikut akan membandingkan antara jurnal nasional dengan internasional.

1. JURNAL NASIONAL
Efektivitas manajemen SMA penyelengara program akselerasi di Kota Medan
Program percepatan belajar (akselerasi) dimaksudkan sebagai salah satu upaya pendidikan tersistem dalam rangka mengapresias bakat, talenta, keunggulan intelektual dan berbagai keistimewaan lainnya. Program ini telah bergulir dan di laksanakan oleh 4 (empat) SMA di Kota Medan, sejak tahun ajaran 2001/2002 atau satu tahun mendahului Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagai siswa cerdas yang juga dapat di sebut sebagai "anak luar biasa" memerlukan pelayanan pendidikan khusus di sekolah penyelenggara program akselerasi. Pelayanan di maksud dilaksanakan melalui kurikulum berdiferensiasi yang di terapkan oleh Kepala Sekolah, Guru, Konselor, dan Teknisi Pendidikan lainnya berdasarkan fungsi-fungsi manajemen. Pelayanan pendidikan bagi siswa cerdas, unggul atau siswa istimewa melalui program percepatan belajar (akselerasi) belum di laksanakan secara optimal, baik dari aspek metodologi, pembelajaran, skenario kelas, pemanfaatan jasa teknologi pendidikan serta bimbingan maupun dari aspek supervisi. Salah 3atu hambatan dari ketidakefektivan manajemen dalam pelaksanaan akselerasi di Kota Medan, ialah pemahaman teori manajemen dan teori akselerasi belum tersosialisasikan secara optimal, baik di lingkungan birokrasi pendidikan, maupun kalangan Pemerintah Kota Medan, bahkan di kalangan persekolahan. Bedasarkan Teori Cluster RenzulH anak luar btasa dan unggul ialah anak yang memiliki keunggulan di atas rata-rata normal serta memiliki komitmen tanggung jawab dan kreativitas tinggi. Dalam keunggulan tersebut pelayanan pendidikan dari konselor, pedagog dan atau psykolog menjadi sesuatu kebutuhan yang tidak bisa di abaikan oleh SMA penyelenggara program akselerasi.
Tujuan kajian ini adalah melakukan analisis keperluan terhadap kurikulum pendidikan vokasional pelajar bermasalah pembelajaran (MP) di peringkat sekolah menengah di Malaysia. Analisis keperluan ini antaranya bertujuan untuk menentukan sejauhmana kesesuaian kurikulum vokasional sedia ada terhadap keperluan pelajar MP. pelajar MP disarankan dilatih terlebih dahulu di sekolah sebelum dihantar menjalani latihan di tempat kerja sebenar bagi memastikan mereka benar-benar bersedia untuk berhadapan dengan situasi di tempat kerja. Dapatan kajian tersebut disokong oleh kajian yang dijalankan oleh Lowery, Molloy dan Glennon (2006) serta Zigmon (1990) berkaitan kemahiran vokasional yang diperlukan di masa hadapan. Gerber (2003) berpendapat kemahiran sosial seperti berkomunikasi, menerima pendapat (reciprocating), menyokong pendapat orang lain dan mengambil tanggungjawab. Pelajar MP yang tidak diberi fokus kepada kemahiran sosial adalah berisiko gagal dalam pekerjaan. Selain itu pelajar MP perlu diajar dengan etika kerja yang tinggi seperti masuk kerja menepati masa dan menunjukkan kesungguhan terhadap kerja. Zigmon (1990) menggariskan tiga kemahiran utama yang diperlukan oleh pelajar MP tapi amat sedikit diterima oleh mereka yang dianggap sebagai kemahiran asas (basic skills) iaitu:
•Kawalan tingkahlaku (behavior control)
•Menghormati guru
•Kemahiran belajar meliputi kemahiran mengambil ujian (test taking)

referensi : 
http://garuda.dikti.go.id/jurnal/detil/id/25:30/q/kurikulum%20berdiferensiasi/offset/0/limit/3
http://www.fp.utm.my/medc/journals/vol3/8.%20Jurnal%20MEDC%20Dr%20Zainudin%20Mohd%20Isa.pdf

Kamis, 27 Oktober 2011

TUGAS KELOMPOK PERFORMA


PERFORMA KREATIVITAS KELOMPOK


           
            ANGGOTA :
            ELIENZ VIDELLA TARIGAN       (10-028)
            KARIN NATALIA AMBARITA     (10-037)
            YOSEVA OKTA NAIBAHO            (10-052)
            CHRISTIN SIAHAAN                    (10-107)

JENIS  PERFORMA :
            DRAMA MUSIKAL
           
            JUDUL PERFORMA :
            MISTERI MUNCULNYA GIRL BAND “CEREWET BELL”

            PROPERTI :
            KARTON SPANDUK NAMA
            POMPOM
            TEMPAT TELUR
            KERTAS BEKAS
            SPEAKER 
            KOSTUM MASING-MASING PEMERAN
            LAPTOP
            TAPE

            KONSEP :
            MEMINTA PARTISIPASI DARI PENONTON UNTUK 
            MEMBANTU
            BERJALANNYA PERFORMA
            SEBAGAI OPERATOR, PENYEMANGAT DENGAN 
            MEMEGANG POMPON DAN 
            SPANDUK NAMA. 
            MENGGUNAKAN LAGU-LAGU BACKSOUND 

PEMERAN (CEREWET BELL)
Karin               --> Butet            :
orang batak
Christin           --> Mei-Mei      :
orang china
Vidella            --> Sweetie        
: orang alay Jakarta
Yoseva            --> Selana Goez :
Anak blasteran 
                                                  

Awal kisahnya, Selana Goez sedang buru-buru mau ke salon  naik ojek . Karena buru-buru, ojeknya melewati kubangan air. Sehingga Butet yang sedang berjalan terkena cipratan. Butet  pun merasa gondok dan marah, ingin memaki tetapi ojek nya keberu kabur. Beberapa jam kemudian, takdir mempertemukan mereka. Butet  dan Selana Goez berpapasan didepan sebuah toko yang menjual telor bebek. Butet masih mengingat Selana Goez yang menaiki ojek yang tadi membuat pakaiannya kotor.  Tanpa basa basi karin langsung menghina , memaki, dan marah-marah pada Selana Goez. Terjadi keributan diantara mereka. Tanpa disadari lewatlah seseorang bernama Sweetie yang sedang berlari - lari dan akhirnnya menabrak kedua gadis yang sedang berseteru. Kemudian suasana menjadi semakin memanas, ditambah lagi cuaca yang mendukung. Keributan menjadi semakin parah. Karena sudah sangat menarik perhatian, keluar lah seorang gadis yang cantik jelita bernama Mei-Mei, yang ternyata adalah anak dari pemilik warung telor bebek, dan melempari mereka dengan telor bebek asli dari china. Sambil merepet-repet dengan bahasa cina. Ketiga nya terdiam dan menjadi patung. Mereka baru menyadari bahwa mereka menjadi pusat perhatian. Karena malu,mereka berpura pura sudah saling mengenal.  kemudian toke telor bebek mengajak mereka bertiga untuk masuk kerumahnya untuk minum liang teh . Akhir nya mereka pun saling kenalan. Berkat toke tellor bebek ini (Mei-Mei) mereka menjadi akrab. Sewaktu berbincang-bincang,  Butet mengungkapkan kekesalannya pada Selana Goez. Ternyata karena cipratan tadi, Butet tidak jadi ikut audisi nyanyi. Dia sudah putus asa karena sudah sering kalah. Kemudian terciptalah sebuah kesepakatan dimana Selana Goez, Swettie dan Mei-Mei mau  membantu Butet untuk bisa mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penyanyi. Akhirnya mereka membentuk sebuah girl band yang diberi nama CEREWET BELL diadaptasi kan dengan CHERRY BELL. Singkat cerita, mereka puun ikut audisi grup. Lalu lulus dan menjadi terkenal. Lagu mereka menjadi hits . . " Tuhan toolong aku"

Senin, 17 Oktober 2011

Jawaban Pertanyaan Pertanyaan dari Buku Munandar (KREATIVITAS)

Bab I : Dasar pertimbangan,kebijakan dan konsep keberbakatan dan kreativitas (Hal 28)

1. Kemukakan dalam bidang apa saja dirasakan kebutuhan akan kreativitas dan berilah contoh dari pengalaman dan pengamatan Anda di Indonesia.
JAWABAN : Dtinjau dari aspek manapun, kebutuhan akan kreativitas sangatlah terasa. Dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan,sosial dan bidang lainnya. Pengembangan kreativitas dapat meningkatkan mutu  semua bidang tersebut. Contohnya berdasarkan pengamatan saya di Indonesia seperti dalam sebuah perusahaan majalah. Di dalam perusahaan tersebut menuntut karyawan-karyawannya untuk mengembangkan kreativitasnya agar hasil majalah yang akan diterbitkan laku di pasaran.

3 . .  Kendala apa saja yang terutama menghambat studi tentang kreativitas dan penerapannya  dalam dunia pendidikan?
JAWABAN : Kendala yang menghambat studi tentang kreativitas adalah pengertian tentang kreativitas sebagai   sifat yang diwariskan oleh orang yang berbakat atau genius. Dengan kata lain kalau kreativitas itu diwariskan secara turun temurun oleh orangtua padahal seseorang yang tidak jenius juga bisa menjadi kreatif. Penerapan dalam dunia pendidikan itu misalnya pada saat proses belajar mengajar dikelas, guru cenderung menyuruh siswa pintar untuk melakukan segala sesuatunya. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka siswa yang kurang pintar tidak dapat mengembangkan kreativitas yang dimilikinya.


4. Berilah contoh dari aptitude dan non-aptitude traits dari kreativitas ? Berilah argumentasi Anda mengapa keduanya penting untuk dikembangkan pada semua siswa, khususnya siswa berbakat.
JAWABAN :  Contoh aptitude seperti anak SMP membuat miniatur pesawat terbang dan helikoptermenggunakan barang bekas. Contoh non-aptitude adalah seseorang  yang percaya diri mempersentasikan hasil kerjanya.keduanya sangat perludikembangkan karena aptitude dan non aptitude sakang berkaitan satu sama lain,kekreativan seorang anak tidak akan sempurna bila tidak memiliki salah satu dari ini.


6. Bagaimana defenisi USOE tentang keterbakatan yang diadopsi di Indonesia ? Apakah kelebihan dan keterbatasan dari defenisi tersebut?
 JAWABAN :
Defenisi USOE,anak berbakat adalah anak anak yang dapat membuktiakan kemampuan berprestasi yang tinggi  dalam bidang bidang seperti intelektual,kreatif, ,arsistik,kemampuan  kepemimpinan,akedemik spesifik dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama yang sudah disediakan disekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan kemampuannya.kelebihannya kemampuan yang dimasukan kedalam defenisi ada  banyak sehingga ruang lingkupnya menjadi luas.





7. Rumuskan dan gambarkan konsep keterbakatan  menurut Renzulli. Apakah makna dari defenisi tersebut ?
JAWABAN :  





Three-Ring conception dari Rezulli dan kawan kawn yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteri(persyaratan) keberbakatan adalah :
a. kemampuan diatas rata rata ,salah satu kesalahan adalah anggapan bahwa hanya kecerdasan sabagaimana diukur dengan prestasi belajaryang menentukan keberbakatan.kemampuan umum mencakup berbagai bidang kemampuan yang biasanya diukur oleh tes  intelegensi, prestasi, bakat, mental primer, dan berpikir kreaatif.
b. Kreativitas,kelompok kedua yang dimiliki anak berbakat adalah kreativitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, member gagasan yang baru atau kemampuan melihat hubungan hubugan baru dengan unsu unsure yang sudah ada sebelumnya.  
c. Pengikatan diri terhadap tugas, sebagai bentuk motivasi yang internal yang mendorong seseorang untuk tekut dan ulet mengerjakan tugasnya.walaupun banyak rintangan dan hambatan tetap mengerjakan tugasnya yang sudah menjadi tanggungjawabnya.


8. Berilah rumusan Anda sendiri mengenai “keterbakatan” atau “anak berbakat” yang merupakan sintesis dari defenisi USOE dan konsepsi Renzulli.
JAWABAN :   Menurut pendapat saya anak yang berbakat atau keterbakatan itu ialah kemampuan yang dimiliki sianak baik berasal dari bawaan dan di pengaruhi oleh lingkungan. Anak berbakat adalah anak yang mampu mengeksplorasi apa yang ada dalam dirinya sendiri.
 
9. Bagaiman hubungan antara kreativitas dan aktualisasi diri? Pilihlah 3 tokoh di Indonesia yang menurut Anda merupakan teladan (model) dari keunggulan kreatif.
JAWABAN :   Hubungan antara keberbakatan dan aktualisasi diri ialah saling berkaitan dan berkolerasi ,aktualisasi diri ialah apabila seseorang menggunakan semua bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi-mengaktualisasikan atau mewujudkan potensinya. Clark Moustakis mengatakan bahwa kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan dentitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam dan dengan orang lain.
3 tokoh diIndonesia yang merupakan teladan dari keunggulan kreatif yaitu:
- Yovie Widianto
- Hanung Bramantio
- Ari Tulang




Bab II : Pendekatan 4P dalam Pengembangan Kreativitas (hal 52)

 
1.       Bagaimana teori-teori psikoanalisis menjelaskan kinerja kreatif individu? Bandingkan teori Freud, Kris dan Jung.
 JAWABAN : Teori psikoanalisis melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi masalah,yang biasanya mulai pada masa anak.

a.  Teori Freud, kreativitas merupakan cirri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan.kaitan antara kebutuhan seksual yang tidak disadari dengan kreativitas yang dimulai pada tahun tahun pertama dari kehidupan adalah orang hanya didorong untuk menjadi creative jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan seksualna secara langsung

b. Teori Kriss, mengatakan bahwa mekanisme pertahanan regresi(beralih keperilaku sebelumnya yang akan member kepuasan,jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak member kepuasan,jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak member kepuasan) jugasering muncul dalam tindakan kreatif.orang orang kreatif adalah orang orang yang mampu memanggil bahan bahan dari alam pikiran tidak sadar.

 

c. Teori Jung , percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi.alam pikiran yang tidak didasari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbul penemuan,teori,seni dan karya baru lainnya.







5. Bagaiman kondisi internal (pribadi kreatif) dan kondisi eksternal (lingkungan) yang memupuk kreativitas yang konstruktif menurut Rogers.
JAWABAN : Ada dua kondisi yang memupuk kreativitas yang konstruktif menurut Rogers yang pertama ada kondisi internal (pribadi kreatif) yaiu merupakan dorongan dari dalam untuk creative dan kondisi eksternal (lingkungan) yaitu kemampuan untuk bereksperimen dengan lingkungan, menurut pengalaman Rogers dalam psikoterapi, penciptaan  kondisi keamanan dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreativitas yang konstruktif. Dalam situasi ini, “real self” dimungkinkan untuk timbul, untuk diekspresikan dalam bentuk-bentuk baru dalam hubungannya dengan lingkungannya.


6. Bagaimana pada umumnya gambaran ciri-ciri kepribadian yang kreatif menurut hasil penelitian? Jelaskan bagaimana ciri-ciri tersebut dalam kondisi yang tidak menguntungkan  dapat menjelma sebagai ciri-ciri yang perilaku negatif.
JAWABAN : Ciri ciri kepribadian yang kreatif menurut penelitian  dilakukan pada tahun 1977 . Adapun alat penelitian yang digunakan adalah adaptasi Torrance,yaitu ideal pupil checlis yang terdiri dari 60 ciri yang melalui studi empirisciri ciri perilaku yang ditemukan pada orang orang kreatif adalah berani dalam pendirian,melit(ingin tahu),mandiri dalam berpikir dan mempertimbangkan,bersibuk diriterus menerus dengan tugasnya,intuitif,tulentidak bersedia menerima pendapat dalam otoritas begitu saja. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, anak yang kreatif bisa juga menunjukkan ciri-ciri perilaku negatif, seperti: sikap tidak kooperatif, egosentris, terlalu asertif, kurang sopan, acuh tak acuh terhadap aturan, keras kepala, emosional, menarik diri, dan menolak dominasi atau otoritas guru.

9. Buatlah rencan kegiatan belajar siswa berbakat berdasarkan strategi 4P untuk mengembangkan kreativitas?
JAWABAN :
1. Guru meminta murid untuk mengerjakan puzzle
2. Guru mengenal pribadi-pribadi muridnya kemudian meminta mereka untuk menampilkan hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan
3. Guru memberikan tugas untuk nantinya bisa didiskusikan dengan orang tua mereka

Bab III : Identifikasi dan Pengukuran Kreativitas (hal 74)

2. Jelaskan perbedaan antara anak yang precocious dan anak yang prodiguous  . Berilah contoh kasus dari pengalaman Anda!
 JAWABAN : Anak precocious adalah seseorang yang mampu melakukan hal hal yang biasanya dilakukan oleh mereka yang lebih tinggi usianya. Contoh : Adik sepupu saya yang berusia 5 tahun sudah bisa membaca tulisan bahasa inggris. Sedangkan anak prodigious adalah seseorang yang prestasinya begitu luar biasa dan langka sehingga begitu menakjubkan. Contoh : Putu Stephanie Apriliani
 
8. Skala Renzulli-Hartman untuk menilai karakteristik perilaku siswa berbakat yang harus diisi oleh guru meliputi sub-skala apa saja? Sebutlah ciri-ciri perilaku siswa  untuk setiap sub-skala. Apakah kesulitannya dalam mengadaptasi skala ini untuk penggunaan di Indonesia?

JAWABAN : 
Sub skala ynag harus diisi oleh guru untuk menilai karakteristik perilaku  siswa berbakat menurut skala Renzulli-Hartman yaitu:
1. Rasa ingin tahu yang luas dan mendalam 
ciri-ciri : senang membaca buku, koran
2.Sering mengajukan pertanyaan yang baik 
ciri-ciri : saat ada kesempatan , suka bertanya pada guru dan orangtua
3. Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah 
ciri-ciri : tidak pendiam, fokus dalam mendengarkan
4. Bebas dalam menyatakan pendapat 
ciri-ciri :  tidak pendiam
5. Mempunyai rasa keindahan yang dalam
ciri-ciri :  suka berkrasi akan suatu hal
6. Menonjol dalam salah satu bidang seni  
ciri-ciri :  pintar melukis, dan membaca not
7. Mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang
ciri-ciri :  cerdas, tidak egosentris
 8. Mempunyai rasa humor yang luas 
ciri-ciri : gampang bersosialisasi
9. Mempunyai daya imajinasi 
ciri-ciri :  tidak terikat akan sesuatu yang harus teratur
10. Orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah.
ciri-ciri :  bijaksana

Kesulitan di Indonesia adalah anak kurang mendapatkan perhatian dari orangtua maupun guru. Orangtua dan guru "cenderung menganggap anak-anak tidak bissa melakukan apa-apa sendiri"

Bab IV:Perana Keluarga dalam Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak

1.       Kemukakan inti dari teori Amabile tentang Persimpangan Kreativitas ( Creativity Intersection) 
JAWABAN : Teori   persimpangan kreativitas menekankan bahwa keberhasilan dalam wujud kreativitas ditentukan oleh tiga faktor yang saling berkaitan dan titik pertemuan antara ketiga faktor inilah yang menentukan keunggulan kreatif yaitu yang pertama keterampilan dalam biang tertentu,keterampilan berpikir dan bekerja kreatif,dan motivasi instrinsik.

3. Uraikan karakteristik “keluarga kreatif” menurut Dacey!
JAWABAN : Karakteristik keluarga yang kreatif menurut Decay yaitu penataan rumah yang berbeda dari rumah pada umumnya,orangtua sudah mengenali tanda tanda kekreatifan anak sejak anak usia dini,dan mereka mendorong dan member  banyak kesempatan untuk mengembangkan bakat anak,orangtua dan anak dari keluarga kreatif sama sama berpendapat bahwa peran sekolah  tidak penting dalam pengembangan kreatifitas anak,tetapi remaja kreatif cenderung untuk bekerja lebih keras  daripada teman sekolah mereka. 
 
5. Perbedaan apa yang nyata antara keluarga anak berbakat dan keluarga anak biasa (dengan tingkat kecerdasan rata-rata) dalam penelitian yang dilakukan di Jakarta pada tahun 1982?
JAWABAN : Perbedaaan yang  nyata antara anak keluarga berbakat dan anak keluarga biasa,hasil studi menunjukan bahwa orangtua anak berbakat mempunyai tingkat pendidikan,jabatan professional dan penghasilan yang lebih tinggi. Lebih banyak dari mereka yang hobi membaca. Orangtua anak berbakat lebih mementingkan “ketekunan ” dan “inisiatif” dibandingkan orangtua kelompok anak dengan kecerdasan rata rata. Dibandingkan dengan orangtua anak berbakat, orangtua ber IQ rata rata lebih mementingkan ‘kepatuhan” pada anak . Anak berbakat tidak banyak dituntut orangtua untuk mengerjakan tugas tugas dirumah dibandingkan dengan anak IQ rata rata sehingga mereka memilii banyak waktu untuk melakukan hal hal yang mereka senangi .
 
6. Dengan cara-cara apakah orang tua dapat merangsang kreativitas anak di rumah? Berilah contoh kasus nyata yang anda kenal
JAWABAN :  
-Orangtua menghargai keunikan yang ada pada diri anaknya dan mendorong n=minat dan prakarsanya. 
-Orangtua tidak memberikan tekanan, tapi memberikan kebebesan untuk menjajjaki kegitan-kegiatan kreatif
-Orangtua berperan sebagai narasumber
-Orangtua menyediakan sarana dan prasarana yang beragam
-Orangtua menghargai apapun hasil kreativitas anaknya.
Contoh : Anak depan rumah saya, , hasil ujiannya ynag mendapat nilai 100 dan hasil prakarya nya di pajang dan di tempel oleh orangtuanya.

7. Jelaskan sikap orang tua yang memupuk pengembangan kreativitas ! Simpulkan 3 asas yang paling penting.
JAWABAN : 
- menghargai pendapat anak dan mendorongnya mengungkapkannya
-memberi waktu kepada anak untuk berpikir, merenung dan berkhayal
-membiarkan anak mengambil keputusan sendiri
-meyakinkan anak bahwa orangtua menghargai apa yang ingin dicoba  dilakukan, dan apa yang dihasilkan
-menunjang dan mendorong kegiatan anak
-menikmati keberadaannya bersama anak
-memberi pujianyang sungguh kepada anak
-mendorong kemandirian anak dalam bekerja
-melatih hubungan kerjasama yang baik dengan anak

3 asas yang paling penting : memotivasi anak, memberi kan sarana dan prasarana dan membiarkan nya mandiri
 
 Bab V: Peranan Sekolah dalam Mengembangkan Kreativitas anak (hal 116)    

1.       Kita dapat membedakan tiga kategori karakteristik guru anak berbakat. Jabarkan ciri-ciri dari guru anak berbakat dari setiap kategori.
JAWABAN :   a. karakteristik filosofis,guru dalam situasi konflik bila  diberikan pilihan apakah mendukung program sekolah atau tidak oleh kepala sekolah. 
b. Karakteristik Profesional guru dari guru dapat dikembangkan melalui pelatihan dalam jabatan, memiliki kemampuan untuk mempergunakan dinamika kelompok,tehnik,ciri dan strategi yang maju dalam mata pelajaran tertentu, memberikan pelatihan in quiry dan memahami ilmu computer.  c.karakteristik pribadi guru anak berbakat meliputi motivasi,kepercayaan diri,rasa humor,kesabaran,minat luas dan kelentura.

5. Dengan cara-cara apa kita dapat memanfaatkan peranan mentor sebagai narasumber untuk program anak berbakat?
JAWABAN : Dengan cara datang ke kantor nya , ataupun membuat undangan untuk datang ke sekolah. KEtika sudah bertemu, bisa menanyakan hal-hal yang penting bagi kita.

9. Berilah 3 contoh dari kegiatan yang merangsang kreativitas anak disekolah.
JAWABAN : 
1. mengerjakan/menyelesaikan puzzle kata atau pun gambar
2. membuat pantun, dengan cra balas-balas an pantun
3. mengarang sebuah cerita

10. Unsur-unsur  mana yang penting diperhatikan dalam merancang strategi mengajar yang meningkatkan kreativitas siswa?
JAWABAN :  
a.pemberian penilaian tidak hanya oleh guru tetapi juga melibatkan siswa
b. pemberian hadiah sebaiknya uang intangible, dan yang berkaitan dengan  kegiatan yang sedang dilakukan
c. memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih topik atau kegiatan belajar sampai batas tertentu.
11. Buatlah desain ruang kelas yang memudahkan belajar – mengajar secara kreatif!
























BabVI:Peranan Masyarakat dalam Mengembangkan Kreativitas (hal 135)  
6. Buatlah bagan yang mensitesiskan pendapat para pakar  dari Indonesia!
JAWABAN :