Kamis, 24 November 2011

JuRnaL berdasarkan KURIKULUM BERDIFERENSIASI UNTUK SISWA BERBAKAT

Kurikulum adalah serangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta tata cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (Departemen pendidikan dan kebudayaan)
Penyesuaian kurikulum mencakup pemilihan metode, cara, pembelajaran, dan pengaturan jatah/alokasi waktu kegiatan belajar mengajar (KBM). 
Untuk melayani kebutuhan pendidikan anak berbakat  perlu diusahakan pendidikan yang berdiferensiasi,yaitu yang memberi pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan intelektual siswa.
Marker mengatakan bahwa kurikulum anak berbakat memerlukan modifikasi dalam empat bidang yaitu: konten, proses/metode pengajaran, produk belajar dan lingkungan belajar. Berikut akan membandingkan antara jurnal nasional dengan internasional.

1. JURNAL NASIONAL
Efektivitas manajemen SMA penyelengara program akselerasi di Kota Medan
Program percepatan belajar (akselerasi) dimaksudkan sebagai salah satu upaya pendidikan tersistem dalam rangka mengapresias bakat, talenta, keunggulan intelektual dan berbagai keistimewaan lainnya. Program ini telah bergulir dan di laksanakan oleh 4 (empat) SMA di Kota Medan, sejak tahun ajaran 2001/2002 atau satu tahun mendahului Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagai siswa cerdas yang juga dapat di sebut sebagai "anak luar biasa" memerlukan pelayanan pendidikan khusus di sekolah penyelenggara program akselerasi. Pelayanan di maksud dilaksanakan melalui kurikulum berdiferensiasi yang di terapkan oleh Kepala Sekolah, Guru, Konselor, dan Teknisi Pendidikan lainnya berdasarkan fungsi-fungsi manajemen. Pelayanan pendidikan bagi siswa cerdas, unggul atau siswa istimewa melalui program percepatan belajar (akselerasi) belum di laksanakan secara optimal, baik dari aspek metodologi, pembelajaran, skenario kelas, pemanfaatan jasa teknologi pendidikan serta bimbingan maupun dari aspek supervisi. Salah 3atu hambatan dari ketidakefektivan manajemen dalam pelaksanaan akselerasi di Kota Medan, ialah pemahaman teori manajemen dan teori akselerasi belum tersosialisasikan secara optimal, baik di lingkungan birokrasi pendidikan, maupun kalangan Pemerintah Kota Medan, bahkan di kalangan persekolahan. Bedasarkan Teori Cluster RenzulH anak luar btasa dan unggul ialah anak yang memiliki keunggulan di atas rata-rata normal serta memiliki komitmen tanggung jawab dan kreativitas tinggi. Dalam keunggulan tersebut pelayanan pendidikan dari konselor, pedagog dan atau psykolog menjadi sesuatu kebutuhan yang tidak bisa di abaikan oleh SMA penyelenggara program akselerasi.
Tujuan kajian ini adalah melakukan analisis keperluan terhadap kurikulum pendidikan vokasional pelajar bermasalah pembelajaran (MP) di peringkat sekolah menengah di Malaysia. Analisis keperluan ini antaranya bertujuan untuk menentukan sejauhmana kesesuaian kurikulum vokasional sedia ada terhadap keperluan pelajar MP. pelajar MP disarankan dilatih terlebih dahulu di sekolah sebelum dihantar menjalani latihan di tempat kerja sebenar bagi memastikan mereka benar-benar bersedia untuk berhadapan dengan situasi di tempat kerja. Dapatan kajian tersebut disokong oleh kajian yang dijalankan oleh Lowery, Molloy dan Glennon (2006) serta Zigmon (1990) berkaitan kemahiran vokasional yang diperlukan di masa hadapan. Gerber (2003) berpendapat kemahiran sosial seperti berkomunikasi, menerima pendapat (reciprocating), menyokong pendapat orang lain dan mengambil tanggungjawab. Pelajar MP yang tidak diberi fokus kepada kemahiran sosial adalah berisiko gagal dalam pekerjaan. Selain itu pelajar MP perlu diajar dengan etika kerja yang tinggi seperti masuk kerja menepati masa dan menunjukkan kesungguhan terhadap kerja. Zigmon (1990) menggariskan tiga kemahiran utama yang diperlukan oleh pelajar MP tapi amat sedikit diterima oleh mereka yang dianggap sebagai kemahiran asas (basic skills) iaitu:
•Kawalan tingkahlaku (behavior control)
•Menghormati guru
•Kemahiran belajar meliputi kemahiran mengambil ujian (test taking)

referensi : 
http://garuda.dikti.go.id/jurnal/detil/id/25:30/q/kurikulum%20berdiferensiasi/offset/0/limit/3
http://www.fp.utm.my/medc/journals/vol3/8.%20Jurnal%20MEDC%20Dr%20Zainudin%20Mohd%20Isa.pdf

2 komentar:

  1. Yoseva....
    yang pertama, mengapa link addressnya tidak diaktifkan?
    kedua, saya tidak melihat dengan pasti uraian perbandingan dari 2 referensi yang kamu jabarkan.

    bagaimana, tertantang untuk menyempurnakannya? :)

    BalasHapus
  2. iya bu, saya akan memperbaiki nya :)
    trimakasih buat feed back nya ya bu :)
    #mohon maaf lama

    BalasHapus