Minggu, 25 Maret 2012

PAEDAGOGI PRAKTIS ABAD KE 21

NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

Apa itu paedagogi praktis ???

Mengacu pada buku Paedagogi, Andragogi,dan Heutagogi karangan Prof. Dr. Sudarwan Danim , Paedagogi Praktis itu adalah aplikasi dari teori-teori paedagogi .

Bagaimana pengaplikasiannya???

Paedagogi itu kan merupakan seni untuk mengajar pada anak-anak, bagaimana cara untuk menyampaikan ilmu pada anak-anak. Citra guru yang dulu adalah citra yang benar-benar menjadi seorang pendidik, dimana guru memegang peranan penting dalam kelas, bersikap tegas, dan disiplin dalam kelas. Dewasa ini, citra tersebut secara berangsur-angsur berkurang, sekarang ini ditemukan banyak guru yang bisa diatur oleh orangtua murid, seolah-olah guru itu tidak sepenuhnya memegang kendali atas pendidikann anak dikelas.

Ada sebuah kisah nyata disebuah sekolah , orang tua melakukan "servis" terhadap guru anaknya supaya guru tersebut lebih memperhatikan anaknya dan lebih memberi perhatian khusus terhadap anaknya.

Lihatlah saat ini, berapa banyak guru-guru yang tidak sesuai dengan ucapan dan perbuatan mereka. Banyak guru sudah tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka sebagai guru. Berapa banyak guru yang tidak menguasai materi yang diajarkan. Berapa banyak guru yang masih gaptek dengan teknologi. Sehingga tak jarang kemampuan dan pengetahuan siswa justru melebihi gurunya. Berapa banyak kebohongan yang menjadi budaya di lakukan oleh pihak sekolah. Kebohongan dalam membuat pemberkasan, kebohongan dalam membuat SPJ bantuan, kebohongan dalam meluluskan anak didiknya saat Ujian Nasional. Belum lagi kalau mereka melakukan hal yang tidak terpuji di masyarakat. Karena mereka menjadi guru bukan karena panggilan hati. Tetapi karena terpaksa atau sebagai pelepas image dari status pengangguran. Maka wajar jika tidak sampai membekas makna dari nilai luhur apa yang mereka ajarkan.
 
 
Inilah gambaran dari citra guru sekarang. Peranan guru yang dulu itu sudah tidak sama lagi dengan masa sekarang.

 

Sabtu, 24 Maret 2012

GURU FRUSTASI ???

Siapa yang bilang kalo jadi guru itu mudah ? Hmm..
Menjadi seorang itu itu bukan lah profesi yang dikatakan "enteng" . Nah , ternyata ada juga ya guru yang mengalami frustasi... Dan ini akan berdampak tentunya bagi si murid yang diajarnya, yang akan menyebabkan si anak menjadi frustasi juga tentunya :( hufhh..

Berikut ada sedikit keluhan dari seorang guru yang sedang frustasi XD
guru frustasi

Nah adapun bentuk nyata dari guru yang frustasi ini yaitu guru tersebut melakukan tindak kekrasan kepada muridnya , selengkapnya baca di sini

Senin, 19 Maret 2012

PROFIL GURU YANG DIINGINKAN

Pada hakikatnya, pekerjaan guru dianggap sebagai pekerjaan yang mulia, yang sangat berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Sejalan dengan pemikiran tersebut, maka perlu ditekankan bahwa yang layak menjadi guru adalah orang-orang pilihan yang mampu menjadi panutan bagi anak didiknya. Hal ini sesuai dengan hakikat pekerjaan guru sebagai pekerjaan profesional, yang menurut Darling-Hamond & Goodwin (1993) paling tidak mempunyai tiga ciri utama. Ketiga ciri tersebut adalah: 
(1) penerapan ilmu dalam pelaksanaan pekerjaan didasarkan pada kepentingan individu pada setiap kasus
(2) mempunyai mekanisme internal yang terstruktur, yang mengatur rekrutmen, pelatihan, pemberian lisensi (ijin kerja), dan ukuran standar untuk praktik yang ethis dan memadai; serta (3) mengemban tanggung jawab utama terhadap kebutuhan kliennya.

Adapun karakteristik yang bisa dijadikan ajuan, yaitu :
  • memiliki kepribadian yang asli, yaitu tulus dan rendahhati setiap saat
  • punya kemampuan berkomunikasi yang baik, tertulis maupun lisan
  • mampu menjadi pendengar yang baik
  • punya sikap yang kooperatif
  • punya pandangan yang positif pada pengajaran, pembelajaran dan siswa
  • dapat dipercaya dan diandalkan
  • dapat mengelola siswa didalam dan luar kelas
  • paham mengenai apa yang dibutuhkan untuk menjadi pengajar yang efektif
  • ambisius
  • punya jiwa kepemimpinan
  • punya pemahaman mendasar mengenai prinsip-prinsip yang berlaku umum dibdang psikologi seperti istilah penguatan.

Testimoni kuliah online MK Paedagogi 19 Maret 2012



Kuliah online ini bukan untuk pertama kali saya lakukan, sebelumnya juga di Mata Kuliah Psikologi Pendidikan saya dan juga rekan-rekan stambuk 2010 sudah pernah mengalaminya. Kuliah ini dimulai pada pukul 08.00 dan waktu yang digunakan untuk mengabsen hanya 20 menit, sampai pukul 08.20.
Ketika saya mulai online , sekitar pukul 07.30 saya membuka facebook grup MK paedagogi, dan juga grup Psikologi Zone 2010.. Yang membuat saya tersenyum adalah ada juga teman-teman saya yang malah melakukan absensi di chat grup Psikologi Zone 2010 ini. Nah kemudian beralihlah ke grup MK Paedagogi, setiap orang sungguh sangat semangat dengan kuliah online ini dan tidak mau ketinggalan dan sekali lagi banyak juga yang mengabsen lewat chat grup ini,, wkwkwk

Kali ini kendala seperti “problem loading” tidak terjadi, syukur 
kemudian mengenai bahan kuliah online ini menurut saya juga sangat menarik dimana dosen pengampuh memberikan kami sebuah alamat web http://www.e-dukasi.net/index.php
yang sungguh menarik . kemudian kami diminta untuk memberikan pendapat dan juga memberikan feedback pada pendapat teman. Tentunya kami semua menjadi excited dan melakukan kegiatan koment, mambalas komen, memposting, dll. Ini membuat begitu banyak notofication heheehee..
Demikian lah sedikit testimoni dari saya,, :0
Trims

Mengajar , Ahli Paedagogi, dan Paradigma Belajar

Postingan saya kali ini akan membahas sedikit tentang apa sih itu mengajar , bagaimana ahli padegogis berkarya, dan bagaimana dengan paradigma belajar itu sendiri.

Nah, Mengajar berasal dari kata ajar yang bermakna memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada subjek tertentu diketahui atau dipahami. Dalam aktivitas mengajar ada elemen-elemen yang tidak terlepaskan yaitu tujuan, bahan ajar, interaksi guru siswa dengan perekat kemampuan  pengelolaan kelas, dan evaluasi, dengan hasil belajar sebagai produknya. Dalam mengajar, tidak harus melakukan tatap muka antara pengajar dan pembelajar.

2.      Kemudian mengenai ahli pedagogis itu sendiri harus bisa :
·         Menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas dan mampu menhkomunikasikan dengan baik
·         Mampu mengatasi kendala yang menghambat kemajuan belajar
·         Mengevaluasi dan menilai siswa secara adil dan cepat
·         dll
3.    

Selanjutnya adalah mengenai paradigma belajar , yaitu bagaimana guru dapat mengontrol dan melihat dengan jelas apa yang terjadi dikelasnya? Untuk dapat melihat dengan baik ,guru harus tahu alat apa yang akan dicari dan ditemukan. Dengan demikian guru harus memiliki perspektif. Guru yang memiliki perspektif adalah mereka yang berpengalaman dalam pengaturan sekolah dan memiliki struktur konseptual untuk memahami peristiwa di kelas. Guru tidak hanya harus mampu melihat apa yang terjadi di kelas, melainkan juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan tentang apa yang dilihat. Maksudnya guru sudah memiliki metode belajar yang efektif yang sesuai dengan murid-muridnya. Adapun 5 metode/strategi mengajar yang dapat digunakan guru adalah

1.      Pelatihan dan pelatihan lanjut, yaitu mengembangkan keterampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan jelas, melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu, dan memperkuat setiap kemajuan. 
2.      Ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapt dipahami, mudah  diproses, dan diingat. 
3.      Mencari dan menemukan, yaitu pembelajaran keterampilan berpikir, pemecahan masalah, dan kreativitas melalui penyelidikan dan penemuan. 
4.      Kelompok dan tim, yaitu berbagi informasi, bekerja sama secara kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melalui proses kelompok. 
5.      Pengalaman dan refleksi, yaitu mengaktifkan siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang terjadi dilingkungan kerja, magang, studi wisata atau kegiatan di luar ruangan.

Kelima strategi diatas dapat digunakan dengan materi pelajaran dan pengaturan apapun disetiap kelompok usia siswa.




sumber : Danim, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi., Bandung: Alfabeta
             

Minggu, 11 Maret 2012

" Seni dan Ilmu Mengajar"

Selamat datang diblog saya :) kali ini saya akan berkelut dalam dunia paedagogi. Nah di pertemuan kali ini dikelas Paedagogi (Senin,5 Maret 2012) perkuliahan menggunakan laptop. Adapun hal-hla yang kami lakukan adalah mencoba memakai fasilitas-fasilitas yang ada dalam dunia internet, salah satunya adalah mencoba menggunakan chatting USU e-learning. Karena msih belum pernah menggunakan aplikasi ini, kami semua pun menjadi kewalahan. Banyak masalah yang kami temukan, selain dikarenakan problem loading, ada juga diminta untuk memperbaharui profil, lupa password nya, dan masih ada ynag belum login. Akan tetapi setelah melakukan proses trial and error akhirnya masalah - masalah itu pun terpecahkan. Tampak lah di daftar chat itu nama kami (mahasiswa yang mengambil mata kuliah Paedagogi). <enurut saya ini adalah sebuah proses belajar, dimana saat kami mengalami kesusahan, kami saling berdiskusi mengenai msalah apa yang kami temui saat mencoba untuk masuk ke aplikasi chat tersebut dan saat ada seseorang yang sudah menemukan cara nya , dia pun memberitahukan kepada kami bagaimana solusi yang bisa kami pakai untuk dapat mengikuti chat.