Senin, 19 Maret 2012

Mengajar , Ahli Paedagogi, dan Paradigma Belajar

Postingan saya kali ini akan membahas sedikit tentang apa sih itu mengajar , bagaimana ahli padegogis berkarya, dan bagaimana dengan paradigma belajar itu sendiri.

Nah, Mengajar berasal dari kata ajar yang bermakna memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada subjek tertentu diketahui atau dipahami. Dalam aktivitas mengajar ada elemen-elemen yang tidak terlepaskan yaitu tujuan, bahan ajar, interaksi guru siswa dengan perekat kemampuan  pengelolaan kelas, dan evaluasi, dengan hasil belajar sebagai produknya. Dalam mengajar, tidak harus melakukan tatap muka antara pengajar dan pembelajar.

2.      Kemudian mengenai ahli pedagogis itu sendiri harus bisa :
·         Menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas dan mampu menhkomunikasikan dengan baik
·         Mampu mengatasi kendala yang menghambat kemajuan belajar
·         Mengevaluasi dan menilai siswa secara adil dan cepat
·         dll
3.    

Selanjutnya adalah mengenai paradigma belajar , yaitu bagaimana guru dapat mengontrol dan melihat dengan jelas apa yang terjadi dikelasnya? Untuk dapat melihat dengan baik ,guru harus tahu alat apa yang akan dicari dan ditemukan. Dengan demikian guru harus memiliki perspektif. Guru yang memiliki perspektif adalah mereka yang berpengalaman dalam pengaturan sekolah dan memiliki struktur konseptual untuk memahami peristiwa di kelas. Guru tidak hanya harus mampu melihat apa yang terjadi di kelas, melainkan juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan tentang apa yang dilihat. Maksudnya guru sudah memiliki metode belajar yang efektif yang sesuai dengan murid-muridnya. Adapun 5 metode/strategi mengajar yang dapat digunakan guru adalah

1.      Pelatihan dan pelatihan lanjut, yaitu mengembangkan keterampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan jelas, melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu, dan memperkuat setiap kemajuan. 
2.      Ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapt dipahami, mudah  diproses, dan diingat. 
3.      Mencari dan menemukan, yaitu pembelajaran keterampilan berpikir, pemecahan masalah, dan kreativitas melalui penyelidikan dan penemuan. 
4.      Kelompok dan tim, yaitu berbagi informasi, bekerja sama secara kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melalui proses kelompok. 
5.      Pengalaman dan refleksi, yaitu mengaktifkan siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang terjadi dilingkungan kerja, magang, studi wisata atau kegiatan di luar ruangan.

Kelima strategi diatas dapat digunakan dengan materi pelajaran dan pengaturan apapun disetiap kelompok usia siswa.




sumber : Danim, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi., Bandung: Alfabeta
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar