Senin, 23 April 2012

Action Plan



Kelompok 6
 
 
Anggota               : Rossa Mentari Putri     (101301010)
                             Dede Suhendri             (101301078)
                             Olga Septania              (101301082)
                         
Konsep                : Belajar sambil bermain

Perencanaan
      A.      Pendahuluan
 
Guru ataupun pengajar memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dan perlu diperhatikan secara serius. Tidak hanya ilmu dan pengetahuan yang dilihat dan dipelajari seorang murid terhadap gurunya, namun sikap dan moral juga akan dicontoh oleh murid. Mengajar bukanlah suatu kegiatan yang mudah, hal ini memerlukan pengetahuan dan praktik mengajar yang baik.
Ilmu Paedagogi sangat diperlukan untuk menjadi pedoman dalam mengajar. Dalam Paedagogi, mengajar bukan hanya sebatas memiliki ilmu dan menyampaikan ilmu tersebut, namun terdapat seni Paedagogi untuk mengajar. Perlu diperhatikan juga cara menyampaikan ilmu tersebut, interaksi, improvisasi, dan ekspresi. Intinya, kegiatan pembelajaran sesungguhnya merupakan kombinasi antara ilmu dan seni.
Selain itu, tidak hanya mempelajari teori Paedagogi, namun harus mengetahui dan mempelajari praktik Paedagogi. Dengan kata lain, tidak sekadar harus dipahami, melainkan juga mengetahui bagaimana cara mengaplikasikannya. Paedagogi dapat memfasilitasi dan menjadi pedoman bagi calon guru dan juga guru ataupun pengajar.
Hal ini berhubungan dengan konsep micro teaching, dimana Micro berarti kecil, terbatas, sempit. Teaching berarti mendidik atau menajar. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengajar untuk melatih kemampuan interaksi nya dengan murid dan juga sarana untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pengajaran yang lebih komplek yaitu kelas yang sebenarnya. Disinilah kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu menjadi seni mengajar dan mempraktikkan teori yang telah dipelajari.
Pelajaran yang diajarkan dalam kegiatan micro teaching ini adalah bahasa Inggris. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada zaman yang serba canggih ini, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang sangat penting. Sebagian besar alat elektronik seperti komputer, ipad, dan lain sebagainya juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa perangkatnya.  Bahasa Inggris adalah world language yang dapat digunakan hampir di seluruh dunia. Sangat banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika dapat menguasai bahasa Inggris, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan. Termasuk ketika searching di dunia maya, sangat banyak artikel, karya ilmiah, ataupun hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Inggris yang dapat menambah wawasan kita.
Anak-anak diharapkan mempunyai kesempatan mempelajari bahasa internasional ini sejak dini. Jika sejak kecil sudah dipelajari, maka akan menjadi bekal yang sangat berguna baginya setelah dewasa. Oleh sebab itulah, pelajaran yang diberikan dalam kegiatan micro teaching ini adalah bahasa Inggris. Tingkat kesulitan yang diberikan juga disesuaikan dengan kemampuan mereka. Tujuan pelaksanaan micro teaching ini salah satunya adalah agar anak dapat lebih termotivasi lagi untuk belajar bahasa Inggris setelah mereka mengetahui pentingnya bahasa Inggris untuk masa depan mereka.


B.     
Landasan Teori

  -  Paedagogi praktis
     Penting untuk kita mengetahui bahwa Paedagogi bukan hanya sekedar kita mengetahui serta memahami pengertiannya namun bagaimana pengaplikasiannya. Nah hal inilah yang melahirkan apa yang disebutkan sebagai Paedagogi Praktis. Salah satu fungsi penelitian paedagogis adalah untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi paedagogi. Tujuan ini melahirkan paedagogi praktis.
  Based on our micro teaching activities (eaaaaak!)
      Kita semua telah mengetahui bagaimana keberadaan paedagogi itu nah sekarang tinggal bagaimana kita mengaplikasikannya. Berdasarkan kegiatan micro teaching yang kita lakukan ada beberapa pengaplikasian berdasarkan unsur paedagogis. Sebagai contoh bagaimana kita sebagai tim pengajar membentuk sebuah konsep mengajar kepada anak-anak agar mereka memahami materi ajar. Dalam hal ini, kemaren kami mengadakan beberapa tahapan untuk dapat memahami beberapa pekerjaan dalam bahasa Inggris. Kami memulai dengan:
1.       Menunjukkan media ajar
Media ajar dalam artian kami sengaja menyiapkan gambar pendukung (cth: gambar seorang pilot kemudian pada bagian bawah tertera bahasa Inggris dari Pilot yakni PILOT)
2.       Memberikan contoh cara membaca
Kami kemudian membacakan dengan jelas dan tegas bagaimana kata “PILOT” dalam bahasa Inggris dibacakan
3.       Mengajak peserta didik untuk mengulang bagaimana cara membacakan kata “PILOT”
4.       Meminta peserta didik untuk mengeja ke dalam bahasa Inggris
Nah tahapan ini kami lakukan karena penting untuk menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik, agar tidak juga terlalu cepat dalam memberikan bahan ajar dan juga tidak terlalu lambat sehingga peserta didik mampu memahami dan mengingat untuk selanjutnya.

- Prinsip-prinsip Proses Paedagogis
Beberapa prinsip-prisip Paedagogis adalah:
1.       Kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis (Addine, 2001), dalam artian bahwa setiap proses paedagogis harus terstruktur. Seperti apa yang telah kami lakukan, bahwa kami membagi proses mengajar kami menjadi 3 bagian yakni:


§  Ice breaking atau pengenalan
Dalam bagian ini kami masing-masing sebagai pendidik memperkenalkan diri kemudian juga kami meminta para peserta didik untuk memperkenalkan diri mereka. Kami juga menanyakan bagaimana ketertarikan mereka terhadap pelajaran Bahasa Inggris, bagaimana nilai yang mereka peroleh di sekolah untuk setiap mata pelajaran Bahasa Inggris, dll. Hal ini kami lakukan tentunya dengan maksud agar antara kami sebagai pengajar dan para peserta didik dimulai dengan sesuatu yang ringan sehingga untuk proses selanjutnya akan menjadi lancar
§  Memasuki materi ajar
Bagian yang kedua ini sudah kami mulai dengan materi ajar. Dimana kami mulai dengan menunjukkan media ajar (gambar), kami membacakan pronunciation atau bagaimana cara pelafalan kata-kata dalam bahasa Inggris, kemudian meminta peserta didik untuk mengeja, selanjutnya meminta mereka untuk menuliskan kalimat menggunakan kata-kata yang sudah dipaparkan sebelumnya. Peserta didik yang aktif (yang mampu menjawab, mau menulis kalimat di papan tulis) kami berikan bintang sebagai penghargaan
§  Penutup
Pada bagian ini kami mengadakan games, nah ini adalah hal yang paling dinantikan oleh peserta didik kami. Games kami berikan untuk membukakan suatu pelajaran bagi mereka. Pada akhir dari games, kami meminta beberapa anak untuk memberikan pendapat mereka mengenai pelajaran apa yang mereka dapatkan melalui games yang kami berikan (dalam hal ini games yang kami berikan adalah estafet karet) dan para peserta didik banyak memberikan pendapat dimana games ini mengajarkan mereka untuk mengontrol emosi mereka, mengikat kebersamaan, kesabaran, dsb hingga pada bagian akhir kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi para peserta didik pada hari itu



2.       Adanya kekhususan atau karakteristik yang berbeda pada setiap anggota yang memiliki hak untuk dipertimbangkan dan dihormati
Dalam proses micro teaching yang kami lakukan, terdapat beberapa anak yang sangat aktif dan bahkan ada yang sangat pemalu. Kami tentunya berusaha untuk memberikan taktik-taktik tertentu. Misalkan untuk anak yang sangat aktif, kami tidak menutup kesempatan untuk mereka mengutarakan jawaban atau komentar mereka namun pada sesi yang lain kami juga membatasi si penjawab dengan maksud agar anak lain yang belum menjawab juga mempunyai kesempatan untuk menjawab. Sedangkan untuk anak yang sangat pemalu, kami secara khusus sering menyebut nama mereka untuk menjawab atau sekedar memberikan komentar, terkadang kami juga perlu usaha yang extra untuk meminta mereka menjawab seperti membujuk mereka, mendekati kursi mereka dan meminta mereka  menjawab, atau sekedar membisikkan kepada mereka kata-kata semangat kalau mereka juga mampu seperti anak-anak lain untuk menjawab pertanyaan tersebut.
3.       Istilah pendidik dan pengajar tidak dapat dipertukarkan tetapi saling melengkapi
Prinsip ini mengarah kepada pengertian bahwa ketika seseorang menempuh pendidikan, maka ia harus menjalani proses pembelajaran yang baik
4.       Proses paedagogis menggamit prinsip bahwa domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana yang kering
Hal ini berarti bahwa proses paedagogis harus terstruktur berdasarkan kesatuan dan hubungan antara kondisi manusia. Jadi seorang peserta didik mungkin saja mempunyai pemahaman sendiri bagaimana dunia di sekitarnya dan dunianya sendiri sehingga pemahaman inilah yang tentunya akan mempengaruhi bagaimana mereka bertindak serta merasakan sesuatu
5.       Masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi dan kepribadian saling terkait satu sama lain

C.      Alat dan Bahan
Dalam melakukan microteaching ini, adapun alat dan bahan yang kami perlukan yaitu :
1.       Gambar (alat peraga)
2.       White Board dan Spidol
3.       Kamera digital
4.       Sedotan
5.       Karet gelang
6.       Bintang dari kertas
7.       Beberapa hadiah (reward)
 
D.      Peserta
Yang akan menjadi peserta dalam kegiatan microteaching ini adalah anak-anak sekolah minggu di Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosario (Jl. Binjai Km 8,5), yang berjumlah sebanyak 10 anak.
 
E.  Jadwal Kegiatan
 

 
F. Taksiran Biaya  
 
Alat dan bahan : 50.000,-
Reward            : 50.000,- 

 

Testimoni perkuliahan tanggal 23 April 2012

Hari ini diadakan perkuliahan mata kuliah Paedagogi seperti biasa pukul 08.00. Nah, seperti yang diposting di grup Facebook akan diadakan remedial UTS dan wajib membawa laptop. Akan tetapi, saya sedang tidak beruntung karena saya tidak melihat postingan tersebut dan tidak membawa laptop.

Nah, saat dimulai perkuliahan dosen pengampu selalu memberikan kami stimulus berupa pertanyaan yag memang seharusnya kami tanggapi dan memberikan feedack supaya terjadi interaksi yang baik antara pengajar dan peserta didik pastinya. Dikarenakan kami ynag tidak fokus dan tidak membeikan respon terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen pengampuh, beliau pun meninggalkan kelas setelah sebelumnya memberikan kami peringatan terakhir. Hal ini membuat kami sadar dan menyesali atas kurang responsif nya kami. Saya pribadi menyesalinya dan tidak akan mengulangi nya lagi.

Setelah dosen pengampu keluar dari kelas , perwakilan dari kami pun meminta maaf ke kantor dan kemudian kami mengerjakan tugas remedial no.2 dan 3. Nah, berhubung saya tidak membawa laptop , akibatnya saya harus menunggu teman saya untuk menyelesaikan tugas nya terlebih dahulu barulah saya bisa melakukan remedial untung nya Bu Dina masih memberikan waktu lebih 30 menit lagi :))

Kalau dikaitkan dengan teori paedagogi, saya mengaitkannya dengan teori Seni mengajar , dimana dalam mengajar harus ada proses interaksional antara peserta didik dan pendidik. Jika  hanya pendidiknya saja yang hanya berusaha untuk mengendalikan kelas tanpa ada nya respon ataupun feedback dari peseerta didiknya maka proses mengajar itu jauh dari kata efektif.

Kamis, 12 April 2012

TESTIMONI UTS PAEDAGOGI

Huhhff.. lega rasanya saat mendengar kabar bahwa akan ada ujian online untuk mata kuliah Paedagogi ini. Ini bukan kali pertama saya melakukan sistem ujian seperti ini, jadi perasaan waswas , cemas tidak ada pada saya. Karena saya sudah tahu bagaimana cara untuk ujian online ini.
Ujian kali ini saya merasa beruntung karena saya juga masih dalam tahap penyembuhan dari sakit, jadi saya tidak perlu menghapal berbagai teori dari buku dan tidak perlu hadir dalam ujian. Dalam menjawab soalnya bisa saya lakukan dimana saja, saya bisa mengerjakannya diatas tempat tidur tidak perlu banyak bergerak.
Saya juga tidak menemui kendala dalam melakukan ujian ini. Terima kasih buat Bu Dina karena telah melakukan ujian dengan sistem online ini.

Nah berkaitan dengan teorinya, saya mengambil teori  Seni Mengajar. Dimana mengajar disini bukan dalam konteks hanya sekedar tatap muka, dan pendidik memberikan materi bahan ajar kepada peserta didik. Akan tetapi ada suatu metode ajar yang baru terlebih dipengaruhi oleh perkembangan teknologi .TIK  ini memiliki pengaruh besar pada dunia, khususnya dunia pendidikan. Contohnya sendiri adalah e-learning.Dan juga  ujian Online seperti ini membuka cara belajar baru dan berbeda. Mahasiswa tidak harus menghapal buku akan tetapi lebih bebas untuk menuangkan apa yang diketahuinya lewat situs blog masing-masing

Trims :)

Senin, 09 April 2012

UTS PAEDAGOGI

Paedagogi, TIK dan Fenomena Kontemporer

Teknologi komunikasi atau disebut sebagai teknologi kultural (McGaghey, http://worldhistorysite.com) telah berkembang dan mempengaruhi perkembangan peradaban manusia, dimulai dengan teknologi komunikasi tertua berupa tulisan ideografik pada milenium ke-4 S.M. sampai yang mutakhir berupa komputer dengan jejaringnya (tekonologi informasi) pada masa menjelang abad ke-21. Rentang waktu yang panjang tersebut menyaksikan lima gelombang perkembangan teknologi komunikasi dengan pola umum sebagai berikut:
a.       Ketika dikenalkan pertama kali ke masyarakat, teknologi baru dengan kapabilitas komunikasi yang jauh lebih tinggi dan sangat berbeda akan mengubah budaya secara besar-besaran dan benar-benar menandai permulaan peradaban baru. Kualitas yang melekat pada teknologi baru tersebut membantu pembentukan budaya baru.
b.      Peradaban baru menghasilkan institusi kekuasaan baru karena kekuasaan yang sebelumnya ditangani secara informal menjadi tertata, terpisah sebagai pusat kekuasaan, dan menampakkan dominasi politik dan budaya.
c.       Setiap peradaban mengembangkan kepercayaan dan nilai utamanya sendiri, model kepribadiannya sendiri yang atraktif, and ”agamanya” (dalam arti luas) sendiri.
d.      Peradaban mengikuti siklus kehidupan di mana masa ”mudanya” ditandai dengan pertumbuhan pesat dan kegiatan budaya, masa ”dewasanya” ditandai dengan pembentukan kekuasaan, dan masa ”kejatuhannya” ditandai dengan koersi kelembagaan dan kekerasan yang melibatkan kekuasaan tsb.
e.       Tema atau nilai yang berlaku pada awal masa kesejarahan sering mendorong lahirnya tema atau nilai yang berlawanan seraya masa tersebut berakhir.
f.       Kedatangan peradaban baru juga mempengaruhi institusi-institusi yang dominan  pada dua masa sebelumnya. Institusi demikian mengalami proses demokratisasi.
Dari masa ke masa, perkembangan teknologi komunikasi makin cepat dan makin produktif, internet dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya.


Mengingat bahwa pendidikan tidak terjadi di ruang kosong, melainkan dalam alam kehidupan nyata dengan segala aspeknya yang saling terkait, yang telah berkembang melalui lorong waktu, pembicaraan akan dimulai dengan menelusuri jejak sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan pengaruhnya pada peradaban manusia. Dari sejarah tersebut kita akan dapat mengambil manfaat dalam hal-hal yang positif, dan menghindari kesalahan yang sama agar kita tidak dikendalikan oleh teknologi tetapi justru mengendalikan pemanfaatan teknologi untuk hal-hal yang mulia dan mendidik. 

Berhubungan dengan paedagogi sebgai seni dalam mengajar anak-anak tentunya TIK ini sangat membantu.

Menurut Nana Sudjana selanjutnya menyatakan bahwa berdasarkan perjalanan sejarah, dunia pendidikan telah mengalami empat tahap perubahan ditinjau dari cara penyajian materi pelajarannya. Perkembangan pendidikan yang pertama adalah tatkala dalam masyarakat tumbuh suatu profesi baru yang disebut “guru” yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan pendidikan mewakili orang tua. Dengan demikian maka terjadi pergeseran peranan pendidikan yang biasanya diselenggarakan di rumah berubah menuju ke pendidikan sekolah secara formal.
Perkembangan yang kedua dimulai dengan dipergunakannya bahasa tulisan di samping bahasa lisan dalam penyajian materi ajaran. Perkembangan yang ketiga terjadi dengan ditemukannya teknik pencetakan yang memungkinkan diperbanyaknya bahan-bahan bacaan dalam bentuk buku-buku teks sebagai materi pelajaran tercetak. Perkembangan pendidikan yang keempat terjadi dengan mulai masuknya teknologi berikut produknya yang menghasilkan alat-alat mekanis, optis, maupun elektronis. (Suparman, 2001:41).

Berdasarkan perkembangan sejarahnya teknologi pendidikan kaya akan batasan-batasan dan model-model pengembangan sistem pengajaran, walaupun batasan dan model serta teori-teori tersebut akan selalu terus berkembang sesuai dengan kondisi saat ini. Namun walaupun demikian masih tetap penting dan relevan untuk dijadikan sebagai bahan acuan dan referensi yang dapat diperlihatkan sebagai hasil perkembangan pemikiran dan pengertian yang dipergunakan dalam konsep teknologi pendidikan. Selain itu, batasan-batasan tersebut mengandung pengertian-pengertian yang bisa digabungkan sebagai bahan rujukan dalam merumuskan batasan teknologi pendidikan yang lebih disempurnakan.

Observasi dan Perencanaan mengajar

Observasi (teringat mata kuliah hehheh )..
Perlu kita tahu observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dengan melakukan obeservsi kita bisa memhipotesis kan hal-hal ynag bisa kita lihat dari pengamatan kita melalui perilaku nonverbal dari si subjek.
Pembelajaran itu adalah sebagai suatu sistem yang bertujuan yang harus direncanakan oleh guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku.  Perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi/materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar/media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar. Tentu dapat kita simpulkan bahwa fungsi dari perencanaan ini adalah sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik.

Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah:
  • Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
  • Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
  • Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia
  • Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar – mengajar yang sistematis.
  • Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.
  • Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.

BAGAIMANA CARA MENYUSUN PERENCANAAN YANG BAIK ??

Nah tentu saja pendidik harus melakukan observsi terlebih dahulu terhadap peserta didiknya dan faktor - faktor eksternal lainnya yang akan mempengaruhi kegiatan pembelajaran


Minggu, 25 Maret 2012

PAEDAGOGI PRAKTIS ABAD KE 21

NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

Apa itu paedagogi praktis ???

Mengacu pada buku Paedagogi, Andragogi,dan Heutagogi karangan Prof. Dr. Sudarwan Danim , Paedagogi Praktis itu adalah aplikasi dari teori-teori paedagogi .

Bagaimana pengaplikasiannya???

Paedagogi itu kan merupakan seni untuk mengajar pada anak-anak, bagaimana cara untuk menyampaikan ilmu pada anak-anak. Citra guru yang dulu adalah citra yang benar-benar menjadi seorang pendidik, dimana guru memegang peranan penting dalam kelas, bersikap tegas, dan disiplin dalam kelas. Dewasa ini, citra tersebut secara berangsur-angsur berkurang, sekarang ini ditemukan banyak guru yang bisa diatur oleh orangtua murid, seolah-olah guru itu tidak sepenuhnya memegang kendali atas pendidikann anak dikelas.

Ada sebuah kisah nyata disebuah sekolah , orang tua melakukan "servis" terhadap guru anaknya supaya guru tersebut lebih memperhatikan anaknya dan lebih memberi perhatian khusus terhadap anaknya.

Lihatlah saat ini, berapa banyak guru-guru yang tidak sesuai dengan ucapan dan perbuatan mereka. Banyak guru sudah tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka sebagai guru. Berapa banyak guru yang tidak menguasai materi yang diajarkan. Berapa banyak guru yang masih gaptek dengan teknologi. Sehingga tak jarang kemampuan dan pengetahuan siswa justru melebihi gurunya. Berapa banyak kebohongan yang menjadi budaya di lakukan oleh pihak sekolah. Kebohongan dalam membuat pemberkasan, kebohongan dalam membuat SPJ bantuan, kebohongan dalam meluluskan anak didiknya saat Ujian Nasional. Belum lagi kalau mereka melakukan hal yang tidak terpuji di masyarakat. Karena mereka menjadi guru bukan karena panggilan hati. Tetapi karena terpaksa atau sebagai pelepas image dari status pengangguran. Maka wajar jika tidak sampai membekas makna dari nilai luhur apa yang mereka ajarkan.
 
 
Inilah gambaran dari citra guru sekarang. Peranan guru yang dulu itu sudah tidak sama lagi dengan masa sekarang.