Selasa, 04 Oktober 2011

MENGENAL JAMES WATT DENGAN PENDEKATAN EMPAT P

Konsep Kreativitas dengan Pendekatan Empat P meliputi Pribadi, Pendorong, Proses, Produk. Pribadi kreatif yang melibatkan diri dalam proses kreatif dan dengan dukungan atau dorongan (Press) dari lingkungan, menghasilkan produk kreatif.

Mengulas lebih dalam tentang tokoh James Watt yang merupakan penemu mesin uap dengan pendekatan Empat P menurut saya adalah sebagai berikut :

  • PRIBADI
    James Watt , menurut pendapat saya merupakan seseorang yang kreatf, dimana dalam kehidupannya, beliau sudah memiliki ciri-ciri dari kepribadian yang kreatif. Beliau merupakan seseorang yang mandiri, memiliki minat yang luas,berani mengambil resiko, tidak mudah putus asa, dan tetap berjuang walaupun diragukan oleh orang lain. Beliau merupakan orang yang percaya diri dan tekun dalam mencapai tujuan. Seperti postingan saya sebelumnya
    Tokoh yang Membuat Saya Menjadi Terinspirasi ,
    James Watt pernah mengalami suatu kegagalan. Pada saat itu, Watt sama sekali tidak pernah mengoperasikan mesin uap, tetapi dia tetap berusaha untuk membuat satu model mesin. Walaupun gagal, dia tetap melanjutkan percobaannya dan mulai membaca apa saja yang bisa dibacanya. Dia kemudian secara terpisah menemukan pentingnya energi panas yang ditimbulkan dan diserap oleh tiap-tiap obyek untuk mengerti lebih jauh tentang mesin. Pada tahun 1765 dia berhasil membuat sebuah model mesin yang dapat bekerja dengan baik.

  • PENDORONG (PRESS) Kreativitas dapat terwujud karena adanya dorongan dari dalam individu itu sendiri (motivasi instrinsik) dan dorongan dari luar (motivasi ekstrensik). Menurut pendapat saya , pendorong yang ada di dalam diri James Watt adalah motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Kenapa? Karena jika berdasarkan motivasi instrinsik itu sendiri, beliau memang tertarik akan dunia instrumen. Karena beliau suka, makanya beliau berusaha untuk dapat membuat sesuatu yang akan membanggakan dan berguna untuk orang banyak , terlebih lagi karena beliau merupakan orang yang tangkas. Nah, kalau dari sisi ekstrinsiknya, seperti yang kita ketahui , James Watt adalah seorang anak dimana saat beliau masih berusia 18 tahun , ibunya sudah meninggal ,dan ayahnya menjadi sakit-sakitan, menurut saya kerana hal ini beliau menjadi termotivasi untuk bisa membanggakan kedua orang tua nya bahwa dia mampu dan bisa menjadi anak yang dibanggakan. Dan juga James Watt ingin membuktikan pada orang banyak bahwa apa yang selama ini  beliau pelajari disekolah dan dirumah oleh ibunya bisa menjadikannya orang yang sukses.
  • PROSES
    Proses yang dilalui oleh James Watt bukanlah sesuatu yang mudah. Beliau juga mengalami jatuh bangun. James Wattmengalami 4 tahap yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi.
  • PRODUK
    Nah, seperti yang sudah kita ketahui James Watt adalah penemu dari mesin uap.  Besemer dan Treffinger menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori , yaitu kebaruan (novelty), pemecahan (resolution), serta kerincian (elaboration) dan sintetis.

    ^Kebaruan : Mesin uap ini sendiri merupakan suatu alat yang baru, proses yang baru,teknik nya juga baru dan merupakan penemuan yang orisinil. Dan merupak produk yang memiliki dampak bagi masa depan, yaitu mesin uap ini berdampak pada Revolusi Industri.

    ^Pemecahan (resolution)
    Semua lokomotif awalnya mendapatkan tenaga dari mesin uap untuk menggerakakkan gerbong gerbongnya, kapal uap dan pabrik-pabrik, dan karena itu mesin uap bertindak sebagai dasar dari Revolusi Industri. Semenjak James Watt menemukan mesin uap, disitulah perkembangan permesinan berkembang dengan pesat. Kalau bukan karena andilnya, kita tidak akan bisa merasakan menaiki kendaraan bermotor,mobil, pesawat terbang yang berteknologi turbo prop. Awalnya, James Watt mendapat ide ketika ibunya sedang memasak air, ia melihat tutup panci itu naik turun ketika mendidih, melihat hal itu James Watt pun mendapat ide membuat mesin uap.

    ^Elaborasi dan sintesis
    Mesin uap yang dibut oleh James Watt merupakan suatu mesin yang kompleks, dan menunjukkan keterampilan dan keahlian yang baik.

    Demikianlah ulasan dari saya, terimakasih.

Kamis, 29 September 2011

Tokoh yang Membuat Saya Menjadi Terinspirasi

Menurut saya , tokoh yang menginspirasi saya adalah James Watt.
Mengapa saya memilih beliau? Itu karena saya merasa tertarik akan semangat dan kegigihannya, beliau tidak merasa putus asa walaupun dalam kehidupannya tidak selalu lancar dan menurut saya sendiri beliau merupakan seorang tokoh yang   patut untuk ditiru. 
Nah, akan saya berikan sedikit tentang kisah James Watt, sebelum beliau menjadi terkenal seperti sekarang. 

James Watt (19 January 1736 - 25 Agustus 1819) adalah penemu yang mengembangkan mesin uap yang menjadi dasar dari Revolusi Industri.
Watt bersekolah secara tak teratur tetapi dan lebih banyak mendapat pendidikan di rumah oleh ibunya.
Dia menunjukkan ketangkasan yang luar biasa dan bakat untuk ilmu pasti seperti matematika, walaupun bahasa Latin dan Yunani tidak menggerakkan hatinya, dia menyukai legenda dan cerita rakyat Skotlandia.
Ketika dia berumur 18 tahun, ibunya meninggal dan kesehatan ayahnya perlahan-lahan mulai merosot, Watt melakukan perjalanan ke London untuk melanjutkan study tentang pembuatan instrument dan peralatan selama satu tahun, kemudian kembali ke Skotlandia dengan tujuan membuat sendiri bisnis pembuatan instrumennya. Tetapi karena dia tidak menyelesaikan tujuh tahun study nya sebagai apprentice (murid yang bekerja sambil belajar), permohonan untuk membuka bisnis tersebut terhambat, walaupun pada saat itu belum ada pembuat instrumen dan peralatan matematika di Skotlandia.
Dengan dibantu oleh tiga orang professor yang ada di Universitas Glasgow, James Watt akhirnya diberi kesempatan untuk membuka workshop (bengkel) kecil di universitas.
Empat tahun setelah membuka tokonya, James Watt mulai melakukan percobaan dengan uap setelah temannya, Professor John Robison, membuat dia tertarik pada mesin tersebut. Pada saat itu, Watt sama sekali tidak pernah mengoperasikan mesin uap, tetapi dia tetap berusaha untuk membuat satu model mesin. Walaupun gagal, dia tetap melanjutkan percobaannya dan mulai membaca apa saja yang bisa dibacanya. Dia kemudian secara terpisah menemukan pentingnya energi panas yang ditimbulkan dan diserap oleh tiap-tiap obyek untuk mengerti lebih jauh tentang mesin. Pada tahun 1765 dia berhasil membuat sebuah model mesin yang dapat bekerja dengan baik.
Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya atas pengembangan mesin uap yang memicu revolusi industri, nama Watt diabadikan dan dijadikan sebagai satuan energi dengan symbol W oleh International System of Units (atau 'SI') seperti yang kita kenal sekarang.

Pembahasan : Dalam postingan ini , untuk  lebih menerangkan ataupun lebih menunjukkan bahwa perjuangan beliau bisa di acungkan jempol, beliau mengalami kesusahan juga akan tetapi beliau tidak hopeless. Seperti James Watt tidak bersekolah secara teratur, beliau lebih banyak belajar dirumah saja oleh ibunya, yang membuat saya kagum kepada beliau adalah James Watt merupakan orang yang tangkas dan jago dalam ilmu matematika. Hal yang buruk pun terjadi pada dirinya dimana ketika ibunya meninggal dunia dan kesehatan ayahnya menurun, padahal pada saat itu beliau masih berumur 18 tahun. Usia yang masih tergolong muda bagi ku. Kemudian James Watt pergi ke London untuk belajar dan kembali lagi ke Scotlandia untuk membuka bisnis nya sendiri. Merupakan sesuatu yang "waahh" menurut saya, karena dengan apa yang terjadi dalam hidup nya, beliau tetap semangat dan terus maju, tidak stagnan. Dan beliau juga pernah mengalami kegaggalan , tapi seperti biasa beliau maju terus pantang mundur . Dan pada sampai akhirnya, pada 1765 dia berhasil membuat sebuah model mesin yang dapat bekerja dengan baik.


TOKOH KREATIF MENURUT SAYA

Menurut saya tokoh kreatif yang membuat saya kagum itu adalah seseorang yang menciptakan tokoh SPONGEBOB SQUAREPANTS. Kartun ini sudah banyak dinikmati oleh orang-orang dar banyak kalangan dan dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak sampai dewasa , pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok spons kuning ini.
Hal ini membuat saya penasaran dengan siapakah tokoh ataupun orang dibalik SPONGEBOB ini?
Nah ini lah beliau Stephen Hillenburg (lahir 21 Agustus 1961; umur 50 tahu). Beliau adalah seorang
adalah animtor, penulis, produsen, aktor, pengisi suara aktor, dan direktur Amerika Serikat yang paling diketahui karena membuat seri animasi SpongeBob SquarePants. Dia saat ini memiliki perusahaan produksi sendiri, United Plankton Pictures. Dia juga penulis Mother Goose and Grimm dan Rocko's Modern Life.   Mr. Hillenburg ini adalah seorang ahli biologi kelautan dan seorang seniman yang sempat mengajar di Orange County Ocean Institute, Amerika Serikat.
Beliau punya hobi membuat gambar-gambar animasi. Oleh karenanya, ia belajar lebih serius lagi seputar dunia animasi. Dan tahun 1987, ia berhasil mendapatkan ijazah sarjana bidang animasi eksperimental dari California Institute of the Arts.

Pada 1987 Hillenburg memutuskan berkarir di bagian animasi, gairahnya yang kedua seumur hidup. Dia membuat beberapa film pendek, dua di antaranya diberikan dan dimainkan dalam festival film animasi internasional. Dua film pendeknya The Green Beret (1991) dan Wormholes (1992) menjadi populer di beberapa festival film.
Ketika masih berada di sekolah animasi, Hillenburg mendapat pekerjaan di seri TV anak-anak Mother Goose & Grimm dari 1991 sampai 1993. Ketika menghadiri Insitut Seni California, dia membuat film yang bernama 'Wormholes' (yang didanai oleh Princess Grace Foundation). Hillenburg ditampilkan filmnya di berbagai festival animasi. Joe Murray, pembuat Rocko's Modern Life, bertemu Hillenburg saat festival animasi dan menanyakan kepada Hillenburg apakah ia akan menjadi sutradara di acara, dia setuju. Hillenburg bergabung dengan seri animasi Nickelodeon sebagai penulis, produser, dan storyboard. Ketika bekerja di Rocko's Modern Life, Hillenburg berteman dengan Tom Kenny, Doug Lawrence, Martin Olson, Paul Tibbit dan beberapa orang lain. Dia sekarang tinggal di San Marino, California.
Pada 1989 di Insitut Seni California, Hillenburg menulis buku komik berjudul "The Intertidal Zone" tentang mahkluk-makhluk laut. Komik "diselenggarakan" oleh spons, Hillenburg awalnya menggambarnya sebagai spons alami tapi diubah menjadi spons kotak karena tampak lucu. Dia menunjukkannya ke Martin Olson, teman dan penulis komedi yang bekerja di Rocko's Modern Life. Olson menyukainya dan mengusulkan Hillenburg menulis seri kartun yang berada di bawah laut. Ketika Rocko's Modern Life berakhir pada tahun 1996, Hillenburg mulai mengembangkan konsepnya, dan pada tahun 1997 dia bekerja sama dengan beberapa mantan rekan-rekannya di "Rocko" untuk merancang latar belakang acara dan karakter.
Pada 1998, Hillenburg bernada acara untuk Nickelodeon, menggunakan akuarium, model karakter, lagu tema dan storyboard akan menjadi episode pilot, "Help Wanted". Nama karakter utama awalnya adalah "Sponge, the Boy", tapi karena nama itu berhak cipta, dia mengubahnya menjadi SpongeBob. Hillenburg menggunakan beberapa konsep yang telah diciptakan untuk Rocko's Modern Life di SpongeBob. Contohnya dia mengunakan cuplikan pendek cuplikan live action.[rujukan?] Eksekutif Nickelodeon membeli lapangan dan seri dimulai pada tanggal 1 Mei 1999, dan episode berikut mulai ditayangkan pada tanggal 17 Juli 1999.
The SpongeBob SquarePants Movie dirilis si Amerika Serikat tanggal 19 November 2004. Ini mendapat ulasan yang umumnya baik dari kritikus dan berhasil meraup lebih dari $ 140.000.000 di seluruh dunia. Film dimaksudkan untuk menjadi akhir seri, dan pencipta Hillenburg mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dan memberi surat ke Tim Hill. Bagaimanapun, pada 2005, diumumkan bahwa SpongeBob akan dilanjutkan dengan musim keempat pada bulan Mei. Stephen Hillenburg dikabarkan telah meninggalkan seri, namun ia tidak benar-benar meninggalkannya tapi masih berfungsi sebagai produser eksekutif untuk pertunjukan.
Nah, karena latar belakang pendidikan sebelumnya adalah biologi kelautan, akhirnya Mr. Hillenberg ini menciptakan tokoh kartun Spongebob Squarepant yang hidup di sebuah nanas di kedalaman laut.
Hingga saat ini, penggemar tokoh kartun buatannya itu ada di 170 negara.



Selasa, 03 Mei 2011

Apa yang menyebabkan motivasi belajar pada orang dewasa bisa menurun?

Wlodkowski (dalam Suciati, 2001:52) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, serta yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut (Suciati, 2001). .
Dalam dunia pendidikan, motivasi untuk belajar merupakan salah satu hal yang penting. Tanpa motivasi, seseorang tentu tidak akan mendapatkan proses belajar yang baik. Motivasi merupakan langkah awal terjadinya pembelajaran yang baik. Pembelajaran dikatakan baik jika tujuan awal, umum dan khusus tercapai. Orang dewasa yang mempunyai need to know / kebutuhan akan keingintahuan yang tinggi, mempunyai karakteristik yang berbeda dalam hal psikologis mereka. Motivasi belajar tentu berkaitan dengan psikologis peserta didik orang dewasa. Terkadang, motivasi belajar dapat pula terpengaruh oleh beberapa sebab, berikut dijabarkan berbagai sebab/faktor yang dapat menurunkan motivasi belajar peserta didik orang dewasa;
  •  Kehilangan harga diri
Pengaruh dari hilangnya harga diri bagi orang dewasa sangat besar. Tanpa harga diri, peserta didik orang dewasa akan berlaku sangat emosional dan pasti menurunkan motivasi belajarnya. Penting bagi tutor/guru untuk menyadari hal ini. Berhati-hati dengan latar belakang dan tidak menyinggung perasaan orang lain merupakan hal yang harus diperhatikan tutor/guru untuk peserta didik orang dewasa. Contohnya; jika seorang peserta didik orang dewasa dihukum dengan cara maju kedepan dan menjewer kupingnya sendiri dan kakinya diangkat satu, niscaya ia tidak akan respek lagi terhadap guru/tutornya dan mungkin materi serta keseluruhan proses belajarnya. Bahkan ia dapat seketika keluar kelas tanpa kembali lagi selamanya.
 
  • Ketidaknyamanan fisik
Fisik merupakan aspek fisiologis/penampakan yang penting untuk meningkatkan motivasi belajar. Seorang peserta didik dewasa biasanya selalu memperhatikan penampilan fisiknya. Jika fisiknya tidak membuat ia nyaman, motivasi belajarnya pun akan menurun. Contoh; seorang yang mempunyai badan yang besar akan mengalami penurunan motivasi jika ia diminta untuk belajar lari sprint dilapangan.
 
  •  Frustasi
Kendala dan masalah hidup yang dihadapi oleh orang dewasa merupakan hal yang harus dijalani. Terkadang dapat diatasi, terkadang tidak. Mereka yang mengalami masalah yang tidak tertanggulangi biasanya akan cepat frustasi. Peserta didik seperti ini tentu fokus utamanya menghadapi problem hidupnya yang sedang carut-marut itu. Motivasi untuk terus belajar akan menurun sejalan dengan rasa frustasinya. Tutor/guru seharusnya dapat memahami apa yang dihadapi peserta didiknya. Tutor/guru harus dapat menyampingkan rasa frustasi peserta didiknya dengan menjadikan proses pembelajaran sebagai sesuatu yang menyenangkan dan refreshing.
  •  Teguran yang tidak dimengerti
Orang dewasa tidak hanya manusia yang mempunyai pemikiran dan pengalaman luas ttapi juga prasangka yang besar pula. Jika tutor/guru menegur dengan tanpa ia mengerti, peserta didik orang dewasa itu pun akan merasa bingung dan berprasangka macam-macam yang pada akhirnya menjadi faktor penurun motivasi belajarnya. Contohnya, tutor/guru yang kesal dengan peserta didiknya yang terlambat menacung-acungkan jari dengan cepat kepada peserta didik tersebut. Peserta didik orang dewasa tersebut tentu bingung dan berfikir apa yang salah dengannya, dan ia berinisiatif untuk tidak menghadiri kelas tersebut, mungkin untuk selamanya.
  •  Menguji yang belum dibicarakan/diajarkan
Tutor/guru yang tidak memahami peserta didiknya dan mempunyai jam terbang rendah, nampaknya kesulitan dan dapat saja ia lupa atau sengaja untuk menampilkan soal-soal ujian yang sulit atau belum diajarkanya karena berbagai sebab. Peserta didik orang dewasa yang mengikuti pembelajarannya akan tidak dapat menjawab atau menjawab dengan kurang tepat sehingga mereka merasa kesal atau merasa dipermainkan tutornya. Hal ini menjadi kontra produktif terhadap proses pembelajaran tersebut.
  •  Materi terlalu sulit/mudah
Materi pembelajaran dapat diukur dengan menerapkan pratest dan pengidentifikasian sasaran peserta didik. Terkadang hal ini tidak diperhatikan tutor/guru sehingga materi yang diajarkan terlalu sulit/mudah. Bagi peserta didik orang dewasa, mereka tentu sangat bosan dengan materi yang terlampau mudah dan sangat frustasi dengan materi yang terlampau sulit. Keduanya mempengaruhi motivasi belajar peserta didik ketingkat terendah.

Persaingan yang tidak sehat
Setiap peserta didik orang dewasa mempunyai perbedaan satu sama lainya. Kadang-kadang dalam ujian ada saja yang berbuat curang. Peserta didik yang berbuat jujur merasa tidak adil kepada mereka yang mencontek dan mendapat nilai bagus sementara dirinya bersungguh-sungguh dalam belajar tetapi nilainya standar saja. Hal ini menyebabkan motivasi belajarnya menurun bahkan menjadikan proses belajar tidak lagi kondusif.
  •  Presentasi yang membosankan
Pembelajaran tidak terlepas dari proses penyajian materi. Tutor harus dapat menyajikan materi yang baik. Menarik, jelas dan melingkupi seluruh materi menjadikan suatu presentasi diterima dengan baik. Jika hal itu bertolak belakang, peserta didik orang dewasa akan cepat bosan dan menurunkan motivasinya untuk belajar. Contohnya, presentasi disajikan dengan huruf yang terlampau kecil sehinga sulit untuk dibaca, warna yang ditampilkan tidak menunjukan gradasi yang jelas, atau penyaji hanya menggunakan metode ceramah saja, dll.
  •  Pelatih/fasilitator tidak menaruh minat
Tutor dalam perannya sebagai fasilitator di kelas sangat penting untuk memperlihatkan minatnya pada materi yang diajarkan. Jika tidak, peserta didik orang dewasa akan berfikir bahwa materi tersebut tidak penting dan membosankan. Hal itu akan sangat berdampak pada penurunan motivsi belajar mereka.
  •  Tidak mendapatkan umpan balik
Pembelajaran yang efektif harus menyertakan umpan balik pada komponen komunikasi antar individu. Peserta didik orang dewasa dan tutor/guru selayaknya mendapatkan umpan balik satu dan lainnya. Jika hal ini tidak terjadi, peserta dan tutor/guru akan mengarah pada komunikasi searah saja. Hal ini berkebalikan dengan proses pembelajaran yang seharusnya. Peserta tidak mendapatkan apa yang ia butuhkan dan begitu juga guru/tutor tidak mendapatkan respon dari peserta. Penurunan motivasi belajar tentu terjadi karena hal tersebut. Contohnya, tutor yang mengajar dengan hanya metode ceramah tanpa melakukan diskusi dan melontarkan pertanyaan, juga tidak memperhatikan peserta didiknya (mengacuhkan) akan tidak mendapat umpan balik yang diperlukan untuk melihat sejauh mana peserta didik menguasai materi. Begitu juga peserta didik yang melihat tidak adanya kesempatan bertanya dan berpendapat dan mengkritisi materi, akan merasa bosan dan menganggap umpan balik dari guru/tutor tidak ada. Mereka dapat segera keluar dari kelas tanpa dipedulikan tutor/gurunya.
  •  Harus belajar dengan kecepatan yang sama
Pembelajaran merupakan suatu proses dimana pesrta didiknya memiliki perbedaan baik dalam hal kecepatan daya serap atau pengalaman dan kemampuan lainnya. Jika tutor memberikan pola pengajaran yang kecepatannya sama tiap-tiap peserta didik, dikhawatirkan akan terjadi kebosanan pada pesrta didik orang dewsa yang lebih cepat penyerapannya dan terjadi rasa frusrtasi yang sangat bagi peserta didik yang proses penyerapannya lambat. Kedua hal ni dapat menurunkan motivsi belajar pesrta didik orang dewasa.
  •  Berkelompok dengan peserta yang sama sama kurang
Metode pembelajaran kelompok merupakan suatu metode stratgis untuk tutor/guru agar peserta didik dapat saling mengisi dan menanggulangi masalah yang disampaikan tutor/guru. Jika dalam satu kelompok anggotanya berkemampuan rendah semua, kegiatan kelompok tidak akan berjalamn baik. Proses yang diharapkan guru/tutor agar saling mengisi dan bertukar pendapat akan tidak berjalan dikarenakan seluruh anggorannya berkemampuan rendah. Peserta didik pun akan merasa tidak mencapai progres yang baik dan tidak mencapai target. Keadaan tersebut akan menurunkan motivasi belajarnya.
  •  Harus bertingkah yang tidak sesuai dengan pembimbingnya
Tingkah laku orang dewasa dipengaruhi oleh pemahamannya. Peserta didik orang dewasa mempunyai karakter yang khas satu sama lainnya. Pembimbing/tutor tidak dapt memaksakan kehenaknya kepada peserta didiknya agar sesuai dengannya. Jika hal ini terjadi, peserta didik orang dewasa akan bertindak tidak sesuai denga pribadinya dan hal ini menimbulkan gejolak didalam hatinya dan mungkin mereka akan keluar kelas untuk selamanya. Contohnya, seorang peserta didik orang dewasa yang cerdas dan biasa mengutarakan pendapatnya dengan gamblang dan selalu kritis, dalam suatu pembelajaran kelas, tutor mengharapakan tidak ada satupun peserta yang bicara, berpendapat atau bertanya dan mengkritisinya dikelas. Peserta didik orang dewasa ini berfikir dan berprasangka bahwa tutor orang yang otoriter dan kemampuan argumentatifnya rendah juga kemampuan pemahaman materinya rendah pula. Peserta didik ini pun dengan sukarela akan dapat meninggalkan kelas secepatnya dan tidak kembali lagi. 
 
Thx^

Apa yang dimaksud dengan Paedagogi? Seberapa pentingkah?

Mungkin kita masih terasa asing dengan istilah"paedagogi" ini. Namun paedagogi ini sudah menjadi sebuah acuan dalam praktek mendidik anak. Jika dilihat dari segi istilah, pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu paedos (anak) dan agogos (mengantar, membimbing, memimpin).
Dari dua istilah diatas timbul istilah baru yaitu paedagogos dan pedagog, keduanya memiliki pengertian yang hampir serupa, yaitu sebutan untuk pelayan pada zaman Yunani kuno yang mengantarkan atau membimbing anak dari rumah ke sekolah setelah sampai di sekolah anak dilepas, dalam pengertian pedagog intinya adalah mengantarkan anak menuju pada kedewasaan.
Istilah lainnya yaitu Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Paedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak.

Paedagogi adalah istilah yang  merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran.
Paedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru.
Kemudian, mengapa Paedagogi diperlukan?
Ada dua alasan yang melandasinya, yaitu bahwa paedagogi sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa paedagogi akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan pedagogik sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan.
Untuk meyakinkan lebih jauh, paedagogi secara jelas memiliki kegunaan diantaranya bagi pendidik untuk memahami fenomena pendidikan secara sistematis, memberikan petunjuk tentang yang seharusnya dilaksanakan dalam mendidik, menghindari kesalahan-kesalahan dalam praktek mendidik anak juga untuk ajang untuk mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi demi perbaikan bagi diri sendiri.

Paedagogi memang perlu dipelajari bahkan jika bisa untuk setiap orang, tanpa terbatas. Kemudian apabila timbul pertanyaan "apakah dengan mempelajari pedagogik dan mempraktekannya dapat mendidik anak sehingga anak dapat mencapai kesuksesan?"
Jawabannya adalah bisa, karena tujuan paedagogi adalah memanusiakan manusia, menjadikan seseorang dewasa demi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan ini jangan terus dikurung dalam artian pada kemapanan materi dari pandangan kita sebagai seorang pendidik sejati, tapi hakikatnya adalah menjadikan kesuksesan itu sebagai keberhasilan dalam menanamkan pada diri seseorang kebahagiaan dalam menjalani hidup dengan mengaplikasikan seperti misalnya mematuhi norma-norma yang ada pada masyarakat. Intinya, menjadikan seseorang menjalani hidup dengan bahagia.

Thx^